Minggu, 29 Mei 2016

KREEK DAEY OUWENS - Selalu jika saya memikirkan hangatnya susu





*

Selalu jika saya memikirkan hangatnya susu aku
berhati hati. Salah satu ingatanku
memperkuat perasaan itu. Aku telah mencari
seorang kawan di sebuah klinik. Dia menanyakan
hangatnya susu sebelum pergi tidur. Aku meng-
ingat mukanya yang kaku, terangnya nyala
lampu TL di gang yang hampa. Kawanku
menunjuk ke pintu. Dia berkata
di situ berdiri seseorang yang tak berkepala.
Rumah tak berubah. Yang telah ber-
ubah adalah bebauan, warna
dari surga, dan bebunyian. Kadang kadang jika
aku berjalan ke ladang tiba tiba aku mencium
bebauan masa lalu itu. Tetapi bebauan itu telah
sangat banyak berubah sehingga sulit
untuk mengembalikan ingatanku.

Ingatan masa laluku menurutku adalah
pada ulangtahunku yang ke tiga. Seseorang
menggendongku ke dalam ruangan. Semuanya
sangat biru. Redupnya sinar menyinari mebel biru.
Bersandar tongkat kakekku bersinar
Samar-samar kesadaranku bahwa tongkat itu tak
ada kesamaan dengan meja, kursi-kursi,
jendela. Sepertinya halnya dia mempunyai mata
yang melihat ke arahku dan telinga yang mendengar.

Sekarang aku menulis di semua tempat.
Aku menulis dalam perjalanan ke tempat kerja.
Aku menulis dalam kamarku, sendiri,
di belakang mesin tik.
Tetapi aku tidak menulis apa yang harus kutulis.

Sebenarnya menurutku hanya bisa menulis
jika tak mengetahuinya.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-05-2016







*

Altijd als ik aan warme melk denk ben ik
op mijn hoede. Een andere herinnering
heeft dat gevoel nog versterkt. Ik bezocht
een vriend, die was opgenomen. Hij vroeg
om warme melk voor het slapengaan. Ik her-
inner me zijn verkrampte gezicht, het harde
licht van tl-lampen in de kale gang. Mijn
vriend wees naar de deur. Hij zei dat daar
iemand stond. Iemand, die geen hoofd had.
Het huis is niet veranderd. Wat er is ver-
anderd zijn de geuren, de kleur van de
hemel, de geluiden. Als ik nu het veld in-
loop ontwaar ik soms opeens een vleugje van
de geuren van toen. Maar ze zijn zo veranderd
dat het moeilijk is ze in mijn herinnering
op te roepen.

Mijn vroegste herinnering is denk ik die
aan mijn derde verjaardag. Iemand droeg
mij naar de kamer. Alles was erg blauw.
Op de blauwe meubels viel een zacht licht.
Aan de muur glansde grootvaders stok.
Ik had een vaag besef dat de stok niet
hetzelfde was als de tafel, de stoelen,
het raam. Het was alsof hij ogen had die
naar je keken, en oren die luisterden.

Ik schrijf nu overal.
Ik schrijf onderweg naar mijn werk.
Ik schrijf in mijn kamer, alleen, achter mijn
typemachine.
Maar ik schrijf niet wat ik zou moeten schrijven.

Eigenlijk denk ik dat je pas kunt schrijven als
je helemaal niets weet.



Ik wil in mijn huis een raam ik wil het raam dichtdoen
Penerbit: Wereldbibliotheek, Amsterdam, 2016
Photo sampuel buku: Martien van Mens
Desain buku: Joost van de Woestijne
Photo penyair: ? (tak dikenal)




www.alberthagenaars.nl



Minggu, 22 Mei 2016

JOZEF EYCKMANS - Menerobos jendela





*

menerobos jendela
menerobos api tungku
burung camar
cukup cadangan bahan bakar
untuk menyentuh kota

cucian pakaian yang terbang di atas kehidupan
spon menghapus tulisan di papan tulis

terlalu sulit
kata binatang yang misterius dan kuat
dalam diriku

berkata itu dia jarang



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
22-05-2016







*

dwars door de ruit
door het haardvuur
meeuwen
genoeg brandstof
voor aanraking met de stad

vliegend wasgoed over het leven
spons over een lei

het is te moeilijk
zegt het raadselachtig krachtdier
binnen mij

hij zegt het zelden



Zonder dansmeester
Penerbit: Nijgh & Van Ditmar, Amsterdam, 1967
Photo penyair: Mariet Lems




www.alberthagenaars.nl



MARC BRUYNSERAEDE - Si gadis penjaja bunga





SI GADIS PENJAJA BUNGA

Jendela yang menghadap
ke jalanan
adalah jendela
yang hanya selalu
menghadap ke jalanan.

Piano selalu
melempar keluar
segenggam nada padaku
Gadis selalu
melempar keluar
segenggam nada padaku.

Gadis yang
memainkan piano
adalah gadis yang
hanya selalu
memainkan piano.

Aku selalu melempar
bunga padanya
Aku selalu
Melempar
hanya bunga.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
22-05-2016







HET BLOEMENMEISJE

Het venster dat
op de straat uitgeeft
is een venster dat
altijd alleen maar
op de straat uitgeeft.

Altijd werpt uit het venster
de piano
mij een handvol noten toe
Altijd werpt uit het venster
het meisje
mij een handvol noten toe.

Het meisje dat
op de piano speelt
is een meisje dat
altijd alleen maar
op de piano speelt.

Altijd werp ik haar
bloemen toe
Altijd werp ik haar
alleen maar
bloemen toe.



Vraag waarom wij vleugels dragen
Penerbit: Walter Soethoudt, Antwerpen, 1977
Photo penyair: tak dikenal
Desain sampul buku: Marc Bruylants



www.alberthagenaars.nl



Rabu, 30 Maret 2016

EMMA CREBOLDER - Sejak perkotaan berkembang pesat





*

sejak perkotaan berkembang pesat
prasangka akan malapetaka tetap terus
melalui jalan-jalan sempit
kegelapan yang mengambang dikejahuan

tetapi belum mencapai mereka
dibalik kain tenun dari timur
dalam benteng-benteng disisi laut
dimana lambang kebanggaan budaya Swahili

semangat Islam mengajar penyair
untuk memperdalam penulisan puisi
nyanyian tentang perang suci

iramanya bukan irama baru
tetapi tema dari nasib
yang perlahan-lahan berbalik



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-03-2016







*

sinds de steden bloeiden bleef
een voorgevoel van rampen
door de nauwe straten gaan
donker dat in verte dreef

maar hen nog niet bereikte
onder weefsels uit het oosten
in de forten aan de kust
waar Swahili-cultuur prijkte

het Islamvuur leerde
de dichter schrijven, van een
heilige oorlog zingen

zijn ritme was niet nieuw
maar het thema van het lot
dat zich langzaam keerde



Waar niemand wegen waande
Penerbit: Prometheus, Amsterdam, 1992
Photo penyair: Jacques Peeters
Desain sampul buku: Dingeman Kuilman / Studio Anthon Beeke




www.alberthagenaars.nl



Minggu, 27 Maret 2016

WILFRIED ADAMS - Jiwa ibu





JIWA IBU

Semalam aku bermimpi tentangmu, ibu,
kamu membisu dengan bibir mengatup,
bayanganmu bukanlah bayanganmu.

Semalam aku bermimpi tentangmu, ibu,
kamu tetap mengatup bibirmu yang pucat,
bayanganmu bukanlah bayanganmu.

Tentangmu aku bermimpi, semalam,
bayanganmu bukanlah bayanganmu, kamu
berasal dari batu, bibirmu yang kosong tetap tertutup.

Semalam aku bermimpi tentangmu, ibu,
kamu tetap mengatup bibir batumu,
pekikan burung hantu, bayanganmu telah tiada.

Matamu adalah dari batu, bibirmu membuta,
bayanganmu bukanlah bayanganmu,
di pundakmu bersembunyi burung hantu.

Aku bermimpi tentangmu, dengan suara parau
burung hantu bersembunyi di pundakmu, bayanganmu
bukanlah bayanganmu, malam ini lebih gulita.

Kamu tetap tidak menyerah. Ibu. Kamu menangis.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
27-03-2016







MOEDERZIEL

Ik droomde vannacht van jou, moeder,
je zweeg, je hield je lippen toegeknepen,
je schaduw was je schaduw niet.

Ik droomde vannacht van jou, moeder,
je hield je witte lippen dichtgeknepen,
je schaduw was je schaduw niet.

Van jou was 't dat ik droomde, het was nacht,
je schaduw was je schaduw niet, je was
van steen, je hield je lege lippen dicht.

Ik droomde vannacht van jou, moeder,
je hield je stenen lippen toegeknepen,
er krijste een uil, je schaduw was er niet.

Je ogen waren steen, je lippen blind,
je schaduw was je schaduw niet,
een uil school duister in je schouders.

Ik droomde van jou, een uil school hees
en duister in je schouders, je schaduw was
je schaduw niet, het was zeer nacht.

Je hield je staande. Moeder. Je huilde.



Uw Afwezigheid
Penerbit: Hadewych, kota Schoten, 1986
Photo penyair: Tak terkenal
Desain sampul buku: Harm Meijer




www.alberthagenaars.nl



Jumat, 18 Maret 2016

MARIA VAN DAALEN - Siapakah anda, orang gila





*

Siapakah anda, orang gila, aku adalah penulisku.
Aku selalu bisa mengatakan sendiri,
aroma dari tuhan dalam sebuah kata.

Bertahun-tahun lamanya aku telah nyata
tanpa indera, tapi aku makan tanah;
hatinya berdegup dalam tenggorokanku.

Begitulah caraku dalam hidup baru:
malam dimulai. Disekitarku membelah
dinding, sel-sel

saling menarik, tubuh,
nama. Di bawah hati
tumbuh ubun-ubun tengkorak

dan mengisiku dengan darah.
Kata, meloncatlah dari bibir. Aku
bebaskan diriku penuh kehidupan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
16-03-2016







*

Wie is u, gek, ik ben mijn schrijver.
Ik kan mij altijd vertellen,
de geur van een god in een woord.

Jarenlang was ik werkelijk
zinneloos, maar ik eet aarde;
haar hart klopt in mijn keel.

Zo treed ik in: de nacht begint.
Om mij heen breken
de wanden, de cellen

trekken zich samen, een lichaam,
een naam. Onder het hart
groeit de kom van een schedel

en vult mij met bloed.
Woord, spring van de lippen.
Ik maak mij levend los.



Onder het hart
Penerbit: Querido, Amsterdam, 1992
Photo penyair: Koos Breukel
Desain sampul buku: Barbara van Dongen Torman




www.alberthagenaars.nl



Kamis, 17 Maret 2016

CHRISTINA GUIRLANDE - Penjaga malam





PENJAGA MALAM

Ketika itu tidur tak kunjung datang
berdatangan banyak tamu yang lain.
Mereka tinggal, meskipun tak terundang
dan mengisi ruang dengan buah tangan
keistimewaan seperti: air di jendela yang membeku,
sprei lembab, derapan sepatu bot di atas tangga
yang berbunyi gemeretak, air sampai batas bibir,
suara kematian yang telah berlalu.

Penolakan tak ada artinya lagi,
pun juga dengan pura-pura tidur.
Kebaikan mereka tak mengenal batas.
Keagresifan mereka mencengkeram lehermu,
memaksa sampai kamu menyerah, merayu
dan mengoles salep, dan menghilang
terusir oleh sinar fajar.

Saat itu ngantuk datang merasuk.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
15-03-2015







NACHTWACHT

Toen de slaap niet kwam dienden
andere gasten zich talrijk aan.
Ze bleven, niet eens genodigd
en vulden de kamer met gulle
geschenken als: ijsbloemen
en klamme lakens, laarzengestamp
op een krakende trap, water tot aan
de lippen, een lang overleden stem.

Weigeren had geen enkele zin,
slaap veinzen evenmin. Hun
goedheid kende geen grenzen.
Hardhandig grepen ze je bij de keel,
dwongen tot overgave, vleiden
en zalfden, en ruimden baan
verjaagd door het eerste licht.

En toen kwam de slaap naar binnen.



Het taaie geheugen van water
Penerbit: De Contrabas, Utrecht, 2012
Photo penyair: Kristof Van den Eede
Desain sampul buku: Zinnebeeld




www.alberthagenaars.nl