Jumat, 24 Maret 2023

ALBERT HAGENAARS - Palaran























PALARAN

Pemukul-pemukul mulai, memukul hampir
bersamaan di atas tembaga yang terdoa’kan.

Tangan-tangan memanjang saling mengikuti
di atas lulang yang kencang, bertemu dalam
sebuah irama berabad-abad yang tak bisa terubah.

Penggesek-penggesek memotong
membuka, menarik senar mereka lebih
mendekat, menganyam melodinya sendiri
dengan asal cerita dari kita semua.

Kemudian menjulang pada nada-nada yang
mencari dari seruling-seruling, sampai kedalam
Sansekerta dalam Bahasa Jawa, wanita-wanita tua

yang bernyanyi dengan lengkingan dan mengerti
semua tentang cinta dan kehilangan, pentingnya

dari peraturan dan hukum adat; gadis-gadis remaja

dari tubuhnya mengalami apa artinya mendengarkan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
30-01-2023

























PALARAN

Hamers vangen aan, slaan vrijwel
simultaan op gezegend brons.

Verlengde handen vallen in op gespannen
vel, vinden elkaar in een al eeuwenlang
niet te veranderen cadans.

Strijkers snijden zich naar binnen,
trekken snaren steeds verder naar zich
toe, vervlechten eigen melodie
met de oorsprong van aller verhaal.

Dan ontstijgen aan zoekende tonen
van fluiten, tot diep in het Sanskriet
in het Javaans, de snerpend zingende

oude vrouwen die weet hebben van liefde
en verlies, het belang van de regels en wetten;

de meisjes die aan den lijve moesten ervaren

wat luisteren is.





PALARAN

Mallets mark the beginning, striking almost
simultaneously on priest blessed bronze.

Extended fingers join in on stretched
skin, finding each other in a centuries old
unalterable cadence.

String-players cut their way in,
pulling strings ever closer towards
themselves, intertwining their own melody
with the origin of all narration.

Then, to the searching tones
of flutes, down to the depths of Sanskrit
in Javanese, rises the shrill singing

of old women, well-versed in love
and loss, the importance of rules and laws;

girls made to feel on their own bodies

what listening involves.



English Translation: John Irons




Pelgrimsgrond
Penerbit: In de Knipscheer, Haarlem 2022
Photo penyair: Siti Wahyuningsih
Photo sampul buku: Lieke Baartmans
Desain sampul buku: Anders Kilian





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl