SUARA SUARA DARI UTARA
Puisi Belanda di Bahasa Indonesia (275) - Dutch poetry in Indonesian language (275 poems) - Nederlandse poëzie in het Indonesisch
Minggu, 16 Agustus 2026
INI STATIA - Malam para raksasa
MALAM PARA RAKSASA
Di kebunku berdiri sebatang pohon inju tua,
raksasa yang melengkung ditiup angin,
menatapku bagaikan penjaga yang agung,
sementara perbukitan pulauku
yang dikelilingi oleh terumbu koral
burung-burung sekarat di langit biru pagi.
Pulau itu terletak terhening di malam,
dedaunan terkulai lemas dari pepohonan
dan semak-semak, alam tampak tertidur,
segala sesuatu terendam hilang tanpa jejak;
sebuah bintang melesat melintas, memercik kegelapan.
Keheningan terasa begitu mencekam, malam itu indah.
Malam berbicara dengan suara-suara purba,
tumbuh-tumbuhan terengah-angah, pepohonan mengerang,
makhluk-makhluk tak dikenal berdesir di taman
dan tepat sebelum cahaya pagi tiba
semua burung pemangsa yang aneh terbang
kembali ke daratan itu dengan ratapan keluhan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
16-08-2026
NACHT VAN REUZEN
In mijn tuin staat een oude indju-boom,
een door de wind gekromde gigant,
mij als een majestueuze bewaker
aan te staren, terwijl in de heuvels
van mijn door rifkalken omringde eiland
vogels in het ochtendblauw sterven.
Het eiland ligt verstild in de nacht,
bladeren hangen slap aan bomen en struiken,
de natuur lijkt ingeslapen,
alle dingen spoorloos verzonken;
een ster verschiet, bespat de duisternis.
De stilte is intens, de nacht mooi.
De nacht spreekt met oergeluiden,
planten hijgen, bomen kreunen,
ongekende diertjes ritselen in de tuin
en vlak voor het aanstormende ochtendlicht
vliegen alle vreemde roofvogels, in klaaggeroep,
afgemat terug naar het continent.
Aan de rand van mijn eiland / Ra rant di mi isla / At the edge of my island
Penerbit: In de Knipscheer, Haarlem, 2026
Photo penyair: Stanga
Desain cover: Stanga
Desain buku: Henk Tijbosch
NOCHI DI GIGANTE
Den mi kurá un pal'i indju bieu,
un gigante ku bientu a dobla,
ta para mira mi fihamente manera
un vigilante mahestuoso, miéntras den
e serunan di mi isla rondoná pa ref di kalki,
para ta muri den blou di ourora.
E isla drumí den kietut di nochi,
blachi slap na palu i mata kologá,
ta manera naturalesa a pega soño,
tur kos apsorbé sin perturbashon;
un strea manera flecha ta kai kòrta skuridat.
Ta reina un silensio intenso, nochi ta bunita.
Nochi ta papia ku zonido ansestral,
mata ta hala rosea purá, palu ta keña,
animal deskonosí ta shakashá den kurá
i djis promé ku lus di dia kore yega
tur para yagdó straño, na gritu lastimero,
morto kansá ta bula bai bèk e kontinente.
Terjemahan: Lucille Berry-Haseth
NIGHT OF GIANTS
An old indju tree stands in my garden,
a giant bent by the wind,
like a majestic guardian
staring at me, while in the hills
of my island surrounded by coralreefs,
birds die in the morning blue.
The island rests in the hushed night,
leaves hang limp on trees and bushes,
nature seems asleep,
all things settle without a trace;
a star shines, splashing the darkness.
The silence is intense, the night beautiful.
The night speaks primal sounds,
plants pant, trees groan,
shrouded animals rustle in the garden
and just before the morning light
all the strange raptor birds, with wailing cries,
fly exhausted back to the continent.
Terjemahan: Mikayla Vieira Ribeiro
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 31 Juli 2026
E. DE HAAN - Hanya kamu
HANYA KAMU
Untuk Menno Wigman
Pasir itu dari tanganku
di atas peti matimu dan aku telah tahu
sekuntum mawar terbaring,
mawar putih itu adalah dirimu
ternoda
oleh setiap butir pasir yang jatuh.
Terdengar dentuman. Berat.
Anehnya karena kamu adalah
seseorang yang bermain ringan dengan bahasa:
penari di atas kata-kata
hingga terlepas dari bumi
dan kota serta jalanan memperoleh penghargaan.
Kamu hidup lebih lama dari pada setangkai kuncup
tapi telah hancur, nyanyian hampa seperti kata orang.
Yang kutahu adalah sesuatu akan berakhir,
atau dimulai. Hanya kamu yang tahu apa.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
22-07-2026
ALLEEN JIJ
Voor Menno Wigman
Dat zand van mijn hand
op jouw kist en ik wist
er lag een roos,
de witte roos die jij was
werd besmeurd
met iedere korrel die viel.
Dof klonk het. Log.
En dat op iemand als jij
die taal lichtvoetig beroerde:
een danser op woorden
tot ze loskwamen van de aarde
en de stad en de straat waarde kregen.
Jij kwam tot voorbij de knop, maar was
gebroken, leeg gezongen zo men zegt.
Wat ik weet is dat iets eindigt,
of begint. Alleen jij weet wat.
Het valmoment
Penerbit: In de Knipscheer, Haarlem, 2026
Photo penyair: Richard de Weert
Desain cover buku: Anders Kilian
Collage cover: Judith Heinsohn
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Selasa, 30 Juni 2026
JOHAN CLARYSSE - Sejenak
SEJENAK
Untuk sesaat aku tak ingin memahamimu.
Aku lebih suka membuat musik di dalam
pembuluh darahmu, mengikuti aliran detak jantungmu.
Mengapa kamu menutupi masa lalu
menghapus nama-nama dari buku
catatan masa mudamu, bermain lompat katak
dengan siapa kita beberapa saat yang lalu
mengapa kamu memperlambat waktu di tubuh
kita yang menyusut, membaca awan dengan cermat
menangkap cahaya yang rendah dan kemudian
menjadi sangat seperti musim panas.
Mengapa aku melewatkan jawabannya di tengah jalan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-06-2026
EVEN
Even wil ik je niet begrijpen.
Liever maak ik muziek in je aders
volg ik de omloop van je hartslag.
Waarom je een hoes spant over
de voorbije jaren, namen gomt uit
het kladschrift van je jeugd, haasje over
speelt met wie we daarnet nog waren
waarom je de klok vertraagt
in onze krimpende lijven, minutieus
wolken leest, het laaghangende licht
vangt en dan heel zomers wordt.
Waarom ik onderweg het antwoord mis.
Randschade
Penerbit: P, Leuven, 2026
Photo penyair: Alex Vanhee
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Minggu, 31 Mei 2026
PAUL RODENKO - Bukan angin
BUKAN ANGIN
Bukan angin.
Seorang anak
melangkahkan kaki di jalan.
Suara dari kejauhan datang mendekat melalui jendela.
Bukan angin.
Sebuah bayangan kecil telah memanjang.
Bukan angin.
Seorang anak
melangkahkan kaki di jalan.
Horison terbuka seperti pintu geser.
Patung terjatuh.
Burung dari kayu mulai berkicau.
Siapa yang telah menjerit?
Kamar berdiri
dengan seribu kaki dari suara.
Lampu membesar.
Kusen jendela menggepak berat.
Seorang lelaki menunjuk ke suatu arah.
Telunjuknya menjadi kayu
datang perlahan ke arah kita.
Kemudian patahlah di pertengahan.
Cahaya menyilaukan.
Tiba-tiba sunyi.
Kejauhan bicara dengan jerih payah di bahasa asing.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-02-2016
GEEN WIND
Geen wind.
Een kind
is over straat gelopen.
Een ver gerucht komt langs het raam gekropen.
Geen wind.
Een smalle schaduw is verlengd.
Geen wind. Een kind
is over straat gelopen.
De horizon gaat als een schuifdeur open.
Een beeld valt om.
Een houten vogel slaat.
Wie heeft geschreeuwd?
De kamer staat
op duizend poten van geluid.
De lamp zet uit.
Het venster klapwiekt zwaar.
Een man wijst ergens naar.
Zijn houterig gebaar
komt langzaam op ons toe.
Dan kraakt het middendoor.
Het licht is schraal.
Plots is het stil.
De verten spreken moeizaam in een vreemde taal.
Orensnijder tulpensnijder - Verzamelde gedichten
Penerbit: De Harmonie, Amsterdam, 1975
Photo penyair: Tak terkenal
Desain sampul buku: Leendert Stofbergen
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 27 Maret 2026
JOHANNA KRUIT - kulihat ibuku melenggang di malam

*
kulihat ibuku melenggang di malam
kedua tanganya memakai kain putih
yang ingin kupukul sampai berdarah
terperanjat aku ingin bersembunyi
tapi semua kakiku berdiri kaku
dan semua tanganku mendorongnya ke lubang
yang akhirnya menutup penuh kesedihanku masa lalu
dan setelah hari ini tidak pernah terbuka lagi
tetapi ketika menengadah dan kulihat sore
berdiri di sana ibuku dengan bendera putih
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
*
ik zag mijn moeder door de avond gaan
in elke hand droeg zij een witte vlag
die ik tot bloedens toe had willen slaan
verschrikt wou ik me gaan verschuilen
maar al mijn benen moesten blijven staan
en al mijn handen duwden haar in kuilen
die eindelijk dempten wat ik ooit moest huilen
en na vandaag ook nooit meer opengaan
maar toen ik opkeek en de avond zag
stond daar mijn moeder met een witte vlag
Penerbit: WEL, kota Bergen op Zoom, 1997.
Photo penyair: © Henk Barents.
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Sabtu, 28 Februari 2026
TYMEN TROLSKY - Sekejap
SEKEJAP
Banjarmasin, Borneo
Di dalam buangan sampah
seorang bocah perempuan telanjang dan kucing merah,
keduanya sangat muda dan sama kotornya.
Bocah itu mencengkeram botol kosong
seperti simbul dalam kehidupan sekarang dan nanti.
Gagal tapi dengan sabar,
dia akan menunggu sampai nasib terisikan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
30-03-2013

MOMENTOPNAME
Banjarmasin, Borneo
Zittend in een afvalkuil
een naakt, klein meisje en een rode kater,
even jong en even vuil.
Als symbolisch voor haar leven nu en later
houdt ze een lege fles omkneld.
Vergeefs, maar met geduld,
zal ze wachten tot het lot hem heeft gevuld.
Penerbit: Hoenderbossche Verzen, kota Uden, 1996
Photo penyair: © Albert Hagenaars
www.alberthagenaars.nl
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
Sabtu, 31 Januari 2026
H. MARSMAN - Kota Delft
KOTA DELFT
Tertidur mati
kegelapan
halus
terkaram
malam
kematian hijau
dalam saluran
telah tenggelam
biarawati buta
tindakan gila
memintal
berkilau
lembut
dalam mata
gelap
keindahan
Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
08-06-2013
DELFT
zacht
verdronken
donker
nacht
groene dood
in de gracht
verzonken
blinde non
waanzin
spon
zacht
geflonker
in de ogen
donker
pracht
Verzamelde Gedichten.
Penerbit: N.V. EM. Querido's Uitgeversmij, Amsterdam, Belanda, 1949.
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
www.alberthagenaars.nl
Langganan:
Postingan (Atom)




