SUARA SUARA DARI UTARA
Puisi Belanda di Bahasa Indonesia (273) - Dutch poetry in Indonesian language (273 poems) - Nederlandse poëzie in het Indonesisch
Selasa, 30 Juni 2026
JOHAN CLARYSSE - Sejenak
SEJENAK
Untuk sesaat aku tak ingin memahamimu.
Aku lebih suka membuat musik di dalam
pembuluh darahmu, mengikuti aliran detak jantungmu.
Mengapa kamu menutupi masa lalu
menghapus nama-nama dari buku
catatan masa mudamu, bermain lompat katak
dengan siapa kita beberapa saat yang lalu
mengapa kamu memperlambat waktu di tubuh
kita yang menyusut, membaca awan dengan cermat
menangkap cahaya yang rendah dan kemudian
menjadi sangat seperti musim panas.
Mengapa aku melewatkan jawabannya di tengah jalan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-06-2026
EVEN
Even wil ik je niet begrijpen.
Liever maak ik muziek in je aders
volg ik de omloop van je hartslag.
Waarom je een hoes spant over
de voorbije jaren, namen gomt uit
het kladschrift van je jeugd, haasje over
speelt met wie we daarnet nog waren
waarom je de klok vertraagt
in onze krimpende lijven, minutieus
wolken leest, het laaghangende licht
vangt en dan heel zomers wordt.
Waarom ik onderweg het antwoord mis.
Randschade
Penerbit: P, Leuven, 2026
Photo penyair: Alex Vanhee
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Minggu, 31 Mei 2026
PAUL RODENKO - Bukan angin
BUKAN ANGIN
Bukan angin.
Seorang anak
melangkahkan kaki di jalan.
Suara dari kejauhan datang mendekat melalui jendela.
Bukan angin.
Sebuah bayangan kecil telah memanjang.
Bukan angin.
Seorang anak
melangkahkan kaki di jalan.
Horison terbuka seperti pintu geser.
Patung terjatuh.
Burung dari kayu mulai berkicau.
Siapa yang telah menjerit?
Kamar berdiri
dengan seribu kaki dari suara.
Lampu membesar.
Kusen jendela menggepak berat.
Seorang lelaki menunjuk ke suatu arah.
Telunjuknya menjadi kayu
datang perlahan ke arah kita.
Kemudian patahlah di pertengahan.
Cahaya menyilaukan.
Tiba-tiba sunyi.
Kejauhan bicara dengan jerih payah di bahasa asing.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-02-2016
GEEN WIND
Geen wind.
Een kind
is over straat gelopen.
Een ver gerucht komt langs het raam gekropen.
Geen wind.
Een smalle schaduw is verlengd.
Geen wind. Een kind
is over straat gelopen.
De horizon gaat als een schuifdeur open.
Een beeld valt om.
Een houten vogel slaat.
Wie heeft geschreeuwd?
De kamer staat
op duizend poten van geluid.
De lamp zet uit.
Het venster klapwiekt zwaar.
Een man wijst ergens naar.
Zijn houterig gebaar
komt langzaam op ons toe.
Dan kraakt het middendoor.
Het licht is schraal.
Plots is het stil.
De verten spreken moeizaam in een vreemde taal.
Orensnijder tulpensnijder - Verzamelde gedichten
Penerbit: De Harmonie, Amsterdam, 1975
Photo penyair: Tak terkenal
Desain sampul buku: Leendert Stofbergen
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 27 Maret 2026
JOHANNA KRUIT - kulihat ibuku melenggang di malam

*
kulihat ibuku melenggang di malam
kedua tanganya memakai kain putih
yang ingin kupukul sampai berdarah
terperanjat aku ingin bersembunyi
tapi semua kakiku berdiri kaku
dan semua tanganku mendorongnya ke lubang
yang akhirnya menutup penuh kesedihanku masa lalu
dan setelah hari ini tidak pernah terbuka lagi
tetapi ketika menengadah dan kulihat sore
berdiri di sana ibuku dengan bendera putih
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
*
ik zag mijn moeder door de avond gaan
in elke hand droeg zij een witte vlag
die ik tot bloedens toe had willen slaan
verschrikt wou ik me gaan verschuilen
maar al mijn benen moesten blijven staan
en al mijn handen duwden haar in kuilen
die eindelijk dempten wat ik ooit moest huilen
en na vandaag ook nooit meer opengaan
maar toen ik opkeek en de avond zag
stond daar mijn moeder met een witte vlag
Penerbit: WEL, kota Bergen op Zoom, 1997.
Photo penyair: © Henk Barents.
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Sabtu, 28 Februari 2026
TYMEN TROLSKY - Sekejap
SEKEJAP
Banjarmasin, Borneo
Di dalam buangan sampah
seorang bocah perempuan telanjang dan kucing merah,
keduanya sangat muda dan sama kotornya.
Bocah itu mencengkeram botol kosong
seperti simbul dalam kehidupan sekarang dan nanti.
Gagal tapi dengan sabar,
dia akan menunggu sampai nasib terisikan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
30-03-2013

MOMENTOPNAME
Banjarmasin, Borneo
Zittend in een afvalkuil
een naakt, klein meisje en een rode kater,
even jong en even vuil.
Als symbolisch voor haar leven nu en later
houdt ze een lege fles omkneld.
Vergeefs, maar met geduld,
zal ze wachten tot het lot hem heeft gevuld.
Penerbit: Hoenderbossche Verzen, kota Uden, 1996
Photo penyair: © Albert Hagenaars
www.alberthagenaars.nl
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
Sabtu, 31 Januari 2026
H. MARSMAN - Kota Delft
KOTA DELFT
Tertidur mati
kegelapan
halus
terkaram
malam
kematian hijau
dalam saluran
telah tenggelam
biarawati buta
tindakan gila
memintal
berkilau
lembut
dalam mata
gelap
keindahan
Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
08-06-2013
DELFT
zacht
verdronken
donker
nacht
groene dood
in de gracht
verzonken
blinde non
waanzin
spon
zacht
geflonker
in de ogen
donker
pracht
Verzamelde Gedichten.
Penerbit: N.V. EM. Querido's Uitgeversmij, Amsterdam, Belanda, 1949.
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
www.alberthagenaars.nl
Rabu, 31 Desember 2025
ADRIAAN ROLAND HOLST - Mengenang tentang Simon Vestdijk
MENGENANG TENTANG SIMON VESTDIJK
Untuk Mieke Vestdijk
Duduk sedikit terbungkuk
ketika dia untuk yang terakhir kalinya memandangku.
Saya tidak tahu bahwa ke dua matanya terbuka
begitu sangat hampa sepertinya. Saya tidak mengelak
tatapanya, aku tak bisa lepas memandangnya.
Ini terjadi singkat sebelum perjalanan terakhirnya.
Sunyi senyap memandangku
dari neraka es.
Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
28-06-2013
IN MEMORIAM SIMON VESTDIJK
Voor Mieke Vestdijk
Hij zat wat voorovergebogen
toen hij mij voor het laatst aankeek.
Ik wist niet dat twee open ogen
zo leeg zijn konden. Ik ontweek
zijn blik niet, kon die niet ontwijken.
Het was kort voor zijn laatste reis.
Doodstil zat hij naar mij te kijken
uit een hel van ijs.
Voorlopig.
Penerbit: Van Oorschot, Amsterdam, 1976.
Lukisan penyair: Carel Willink, 1949.
www.alberthagenaars.nl
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Senin, 24 November 2025
MARTIJN BENDERS - Seorang pembunuh
SEORANG PEMBUNUH
Cobalah, jika kamu belum pernah melakukannya.
Semakin lambat dan mendalam kamu memasuki
tubuh korban,
semakin berat orgasmemu.
Pertama buat dirimu cukup terangsang
dan bakar mangsamu juga.
Jangan sembarangan mengiris kulitnya
hingga semua berdarah
tetapi - dengan lembut, hati-hati.
Dan, kamu tahu, jangan panggil dia ‘mangsa’.
Dia kekasihmu, pelacurmu dari Seribu Satu Malam.
Cinta bersemi dari ujung pisaumu;
besi dingin menusuk punggungnya.
Kembalikan hidupnya dengan ereksimu, gairah - untuk takut,
uap darah tak akan terkalahkan,
dan warnanya,
hanya tamparan cat,
hanya guratan.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
23-11-2025
EEN MOORDENAAR
Probeer het eens, als je het nooit deed.
Hoe trager en dieper je het lichaam
van het slachtoffer binnendringt,
des te heviger je orgasme is.
Wind je eerst vooral tamelijk op
en ontvlam ook je prooi.
Snij niet roekeloos haar huid weg
zodat alles onder het bloed komt
maar - zacht, voorzichtig.
En, weet je, noem haar geen ‘prooi’.
Ze is je geliefde, je hoer uit Duizend-en-een-Nacht.
Liefde ontspruit uit de punt van je mes -
koud ijzer boort zich in haar rug.
Geef haar haar leven terug met je fallus, een passie - voor angst,
de bloedwalm zal niet overwelmen,
en de kleur,
alleen een oplawaai verf,
alleen een streek.
Nachtefteling, 2017
Penerbit: Van Gennep, Amsterdam
Photo penyair: Martijn Benders
Desain sampul buku: Nene Giorgadze
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Langganan:
Postingan (Atom)



