Minggu, 30 November 2014

SONJA PRINS - Tanpa perlawanan





TANPA PERLAWANAN

lebih baik saya kira
(untuk bisa menerima)
sedikit korupsi
penipuan dan pencurian
selama semua tentara ditiadakan

selama pejabat
digunakan hanya
untuk monolong orang tertekan
(bila perlu mengisi saku mereka
dan saku yang lainnya
tanpa perlawanan)

tanpa perlawanan yang memuntungkan
dan diperlukan
memanggil kekejaman
selalu kembali tanpa batas
tanpa akhir



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
30-11-2014







ZONDER GEWELD

nog beter is geloof ik
een beetje korruptie
(door de vingers zien)
fraude en diefstal
zolang je de legers
maar afschaft

zolang je de ambtenaren
alleen maar gebruikt
om onderdrukten te helpen
(desnoods door hun eigen zakken
en die van anderen te spekken
maar zonder geweld)

zonder geweld dat verminkt
en noodwendig
wreedheden oproept
altijd opnieuw zonder grens
zonder eind



Ook wij waren vluchtelingen. Politieke gedichten 1979-1982
Penerbit: De Geus, kota Breda, 1983
Photo penyair: ?
Desain sampul buku: Norma Holm




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 23 November 2014

PIET BRAK - Kunjungan ke ayahku





KUNJUNGAN KE AYAHKU

Dia tak mengenal kata-kata lagi,
hanya kadang kadang sekilas
masih bisa ku mengerti.

Aku memandangnya:
garis kecil di atas bibirnya yang tertutup
membuat saya marah dan tak berdaya.

Saya mau mendengarnya.

Tiba-tiba merebah dia di atas tempat tidur:
meringkuk untuk selamanya.

Saya masih mengenakan jasnya,
dan tidak tahu
bagaimana saya bisa mencintainya
dengan sungguh.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
23-11-2014







BEZOEK AAN MIJN VADER

Hij kent geen woorden meer,
alleen zijn zeldzame blik
kan ik nog begrijpen.

Ik kijk naar hem:
een lichtstreep op zijn gesloten lippen
jaagt mij de gordijnen in.

Ik wil hem horen.

Ineens ligt hij op bed:
voorgoed ineen gebogen.

Ik heb zijn jas nog aan,
en weet geen raad
hoe ik van hem echt
kan houden.



De omtrek van een gedicht. Een verzameling 1962-2012
Penerbit: De Contrabas, kota Utrecht, 2013
Photo penyair: Siti Wahyuningsih, 2010
Desain sampul buku: Baer Cornet




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 16 November 2014

BERT SCHIERBEEK - Mondriaan





MONDRIAAN

sementara saya
terbang melewati Holland
saya melihat
Mondriaan
antara parit parit,
kanal kanal dan
pagar pagar merebah dia
dengan tenang
dalam lukisannya sendiri



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
16-11-2014







MONDRIAAN

vlieg ik
over Holland
zie ik
Mondriaan liggen tussen
sloten, kanalen
en heggen ligt hij
rustig
in zijn eigen schilderij



De Gedichten
Penerbit: De Bezige Bij, Amsterdam, 2004
Photo penyair: ?
Gambar sampul buku: Jef Diederen
Desain sampul buku: Robert Nix




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 09 November 2014

FRANK DE VOS - Ragu-ragu yang berkembang





RAGU-RAGU YANG BERKEMBANG

Di sini keraguan berkembang,
selamanya saat di hari pengakuan mereka.
Di kuncup berhembus lembut keraguan yang telanjang.

Mereka selamanya antara bunga dan buah,
menggigil sebab kedinginan dan berurat kebiruan

Dalam bahasa, mangsaku, adalah daging resah
yang saya bagi sampai kata kata yang saya raba,
terlahir dalam pena saya yang melawan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
09-11-2014







TWIJFELAARS IN BLOEI

Hier staan twijfelaars in bloei,
blijvend in hun dag van ontboezeming.
In hun bloesems ruist hun blote twijfel.

Ze blijven duren tussen bloem en vrucht,
bibberend van kou en blauw geblakerd.

In taal, mijn prooi, het vlees van onrust
dat ik verwaai in woorden die ik bepotel,
geboren in mijn dwarse pen.



Twijfelaars in bloei
Penerbit: Uitgeverij P, kota Leuven, 2014
Photo penyair: © Goddie Caubergh
Desain sampul buku: Frank J.M.A. Castelyns



www.alberthagenaars.nl

Jumat, 31 Oktober 2014

ANDREAS BURNIER - Dia yang mengerti ...





*

Dia yang mengerti pertanyaan pertanyaan, dia telah pergi
Abunya disebar di pegunungan
Dan sedikit telah terbang di lautan.
Manusia dengan derajat rendah menjadi terkuat
Manusia yang bebas sekarang tinggal di bui
Dia yang pergi tetap berdiri, berbalik.
Heran berdiri saya dekat di sebuah kota dimana saya dengan
Rencana untuk menjawab penempaan pertanyaan.
Api telah jatuh dari surga
Landasan besiku seharusnya penderitaan dari manusia.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
02-11-2014







*

Hij die de vragen kende is gegaan
Over de bergen is zijn as gestrooid
En iets ervan waaide in zee.
De onwaardigen hebben zich gesterkt
De vrijen zijn in kerkers gaan wonen
Wie ging bleef staan, keerde om.
Verbaasd stond ik bij een stad
Waarin ik antwoorden tot vragen zou smeden
Vuur viel uit de hemel
Mijn aambeeld zou het leed der mensen zijn.



Na de laatste keer
Penerbit: Augustus, Amsterdam / Antwerpen, 2004
Photo penyair: ?
Desain sampul buku: Steven van der Gaauw



www.alberthagenaars.nl

Minggu, 26 Oktober 2014

PATRICK CONRAD - Requiem 1





REQUIEM

I

Karena orang lain sekarang hidup jauh, dan samar samar
menurutku, penuangan dalam cetakan reproduksi dari beberapa insan.
Dan hanya segelintir orang tahu apa yang kita proklamirkan:
orang tuli yang bisa mendengar seperti penyair kematian,
mereka mengenakan topeng yang berabad abad telah dingin.

Musim panas lembut di taman. Lihat, awan tidak bisa
menunggu lagi di atas kota ini di mana kita menghela nafas
dan dahulu mencari dengan tanpa hasil berbagi teman dan wanita.
Saya diam tentang kebisuan yang memaksakan saya
menerima kekejangan akhir dan menyusut sebab kesedihan.

Seolah-olah hari ini saya mengakhiri perjalanan
yang kedua antara perumahan, pepohonan, batu nisan
yang berkilau tak bernama, dan perjalananku berhenti.
Seolah-olah insan lainnya baru sekarang mendekat dan malam
yang menakjubkan menjadi lebih takjub dan mendalam.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
26-10-2014







REQUIEM

I

Want vaag in de verte leven nu voor mij
de anderen, gegoten in de vorm van velen.
En wat wij verkondigen weten slechts weinigen:
de doven die als dichters de dood aanhoorden,
de kalme dragers der eeuwig koude maskers.

Zachte zomer in het park. En kijk hoe geen wolk meer wacht
boven deze stad waarin wij zuchten, en zoekend en falend
vrienden en vrouwen deelden.
Verzwijgend wat het zwijgen mij oplegt aanvaard ik
die laatste kramp en krimp van verdriet.

Alsof ik vandaag de tweede tedere bocht beëindig
tussen gevelrijen, rijen bomen, rijen glimmende stenen
met namen van niemand erop, en stilsta.
Alsof de anderen nu pas naderen en de nacht,
hoe adembenemend ook, nog mooier en dieper lijkt.



Continental Hotel
Penerbit: De Arbeiderspers, Amsterdam, 1975
Photo penyair: © Bert Bevers
Photo sampul buku berdesarkan atas kolase Karel Fontijne




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 12 Oktober 2014

PHILIPPE CAILLIAU - Biarawati





BIARAWATI

Berbelanja dia di toko toko yang tidak
menjual sesuatu. Membayar dengan
uang yang tidak ada keberadaanya, tidak
tercetak. Hari ini hari jual-beli
daging cincang tanpa daging, produk susu
tanpa susu. Warung tanpa kasir.

Dia memilih yang tidak dijual.
Setiap hari dia tidak menjual makanan,
dia tidak meminum air.
Berapa lengan penghisap mempunyai
kematian?

Keinginan yang sangat yang tidak
dikehendaki yang mengandung mimpi tanpa
gambaran dari mimpi itu. Dan dia terlahir kembali
sementara dia sedang menulis. Tanpa
terburu buru melangkah dia ke dalam senja.
Yang juga tak terlihat.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
12-10-2014







NON

Boodschappen deed hij in winkels
die niets verkochten. Betaald werd
met geld dat niet bestond, niet
was gedrukt. Dit was de koopdag van
gehakt zonder vlees, zuivel zonder
kaas. Een-zonder-kassa-zaak.

Kiezen deed hij wat men niet verkocht.
Iedere dag schafte hij zich geen eten
aan, dronk hij het water niet.
Hoeveel tentakels heeft een dood
wel niet?

Een vuriger wens dan deze die grondig
ongewenst is, die de droom bevat
zonder de beelden van die droom.
En hij herschreef zich toen.
Haasteloos stapte hij de schemer in
die ook onzichtbaar was.



Niets verloren
Penerbit: Kleinood & Grootzeer, kota Bergen op Zoom, 2014
Photo penyair: © Albert Hagenaars
Desain sampul buku: Gerrit Westerveld
Photo sampul buku: Bert Bevers




www.alberthagenaars.nl