Puisi Belanda di Bahasa Indonesia (275) - Dutch poetry in Indonesian language (275 poems) - Nederlandse poëzie in het Indonesisch
Jumat, 05 Februari 2021
WILLIE VERHEGGHE - Lomba balap sepeda di Flandria
LOMBA BALAP SEPEDA DI FLANDRIA
Mengenang pada Edgard De Caluwé, pemenang di tahun 1938
*Denderwindeke-Ninove 1913, † Geraardsbergen 1985
Putih dan waspada garis finish menunggu
apa yang akan terjadi: spéktakel yang berabad-abad lamanya
yang mengingatkan akan Roma dan Colosseumnya,
gladiator-gladiator jalanan dengan pakaian berwarna-warni,
tontonan dari kepala-kepala para kaisar
terhiasi dengan hélm baja yang penyok dalam pertempuran.
Disini pemenang merentangkan sayapnya
seperti albatros,saat itu kebisingan menguasai
kota dan desa membungkuk ujung menara
gereja untuk para pembalap yang
dengan paha mereka menunjukkan dari kekuatan dan berotot.
Dan masyarakat menyaksikan dengan tegang
dan berseru menyebut nama-nama idola mereka.
Sepeda-sepeda bersinar lebih kuat dari pada matahari,
peluh-peluh memercik di atas aspal yang tajam
dari perang roda-roda itu dia membumbung tinggi
dan merayakan kemenangan serta ketenaran yang abadi.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
04-02-2021
DE RONDE VAN VLAANDEREN
Denkend aan Edgard De Caluwé, winnaar in 1938
*Denderwindeke-Ninove 1913, †Geraardsbergen 1985
Wit en waakzaam wacht de eindmeet op
wat komen gaat: een eeuwenoud spektakel
dat aan Rome en zijn Colosseum denken doet,
de gladiatoren van de weg in hippe kleuren,
een bruisend sculptuur van keizerskoppen
getooid met in de strijd gedeukte helmen.
Hier slaat de winnaar als een albatros
zijn vleugels uit, hier heerst de daver
van de dag waarop stad en dorp nederig
de hoge hoofden van hun torens buigen
voor wat getaande mannen met hun dijen
tot een feest van kracht en spieren maken.
En het volk: het kijkt gespannen toe
en schreeuwt de namen van zijn goden.
De glans der fietsen meet zich met de zon,
zweet spat op het ruw asfalt uiteen en
uit een woud van wielen wipt hij die
triomfeert en voor eeuwig roem verwerft.
Door de muur
Penerbit: Kannibaal, kota Veurne, 2012
Photo penyair: Stephan Vanfleteren
Desain sampul buku: Johan Jacobs
Photo-photo yang lain: Willie Verhegghe
Tempat finish (1973-2011): Halsesteenweg, Meerbeke (Ninove), Flandria
Pematung: Dierik Potvlieghe
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 22 Januari 2021
MIEL VANSTREELS - Tanpa prostat (14 senryu - seleksi)
Ruang tunggu untuk pasien
dengan masalah prostat -
bercanda saat ini tidak mungkin
Perempuan yang ramah
dengan tenang mengambil
segumpal daging dari prostatku
Apa yang sudah tertular
boleh disayat dan dibuang – walaupun
aku sedih akan kelenjar itu
Klimaks tanpa air mani
sama enaknya - mata-mataku
langsung membasah
Memotong dan menjahit -
ini akan membuat burung kecilku
lebih kecil (lagi)
Memberiku ketenangan -
layanan prostat tepat disamping
layanan pastoral
Menyalakan lilin
sebagai orang katolik yang ateis -
Maria memperbolehkannya
Penganistisia membawaku
dengan kata-kata, sementara itu
dia bercanda, ke kenyataan yang lain
Kateter boleh dilepas
besok - popok-popok
sudah tersedia rapi
Pagi berikutnya
terbangun dengan ereksi -
cara bersyukur untuk memulai hari
Isteriku memeriksa
teman kecilku - sedikit lebih kecil
bisa juga menarik
Seperti lengkungan yang impresif
air kencingku gemericik melintas taman -
Tuhanku, begitu kuat memancur
Tak ada jejak lagi
yang bisa terdeteksi – dinyatakan
resmi sembuh
Sayangku mau bercinta denganku
asalkan aku tak lagi menulisnya -
maka dari itu
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
21-01-2021
Een wachtkamer vol
prostaten - grappen maken
is er even niet bij
Aardige dame
prikt bijzonder ontspannen
stukjes vlees uit mij
Wat is aangetast
mag weggesneden - ook al
treur ik om die klier
Is droog klaarkomen
even fijn - ik krijg er nu al
vochtige ogen van
Knippen en hechten -
het zal mijn jongeheer (nog)
wat kleiner maken
Heel geruststellend -
de prostaatpoli ligt pal
naast het pastoraat
Als katholieke
atheïst een kaarsje branden -
van Maria mag het
De narcotiseur
praat me al grappen makend
naar een ander rijk
De katheter mag
er morgen uit - de luiers
liggen netjes klaar
Een ochtend later
wakker met een erectie -
dankbaar ontwaken
Mijn lief inspecteert
mijn jongeheer - enige krimp
heeft zo z’n charme
Met een mooie boog
klatert mijn plas door de tuin -
mijn god wat een straal
Geen sporen meer
ontdekt - zonder voorbehoud
genezen verklaard
Lief wil graag met me
vrijen maar alleen als ik
er niet over schrijf – dus
Prostaatloos
Penerbit: Haute Folie, kota Maastricht, 2019
Potret penyair: Ilona Kamps
Desain sampul buku: Haute Folie
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Rabu, 30 Desember 2020
HANS WARREN - Kebetulan
KEBETULAN
Musim dingin di Pompeï. Waktunya
untuk menyapu, membersihkan, memperbaiki
dam terus menggali dalam abu.
Ada beberapa pekerja baru,
kadang-kadang foto diambilnya.
Enam tahun telah berlalu, dan dalam tendamu,
jam tiga pagi, kamu memperlihatkanku foto-foto:
lihat, waktu itu aku masih dalam tigas,
kami telah menggali vila di Pompeï,
sangat dingin, aku masih sempat bisa
mencuri satu koin, ini ambilah!
Beberapa tahun kemudian aku membalik
halaman katalog tentang Pompeï. Terkejut
aku mengenali satu foto, baju tebalmu, topimu,
sangat dingin katamu waktu itu. Koin itu
dingin bergerak di atas dada hangatku.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-12-2020
TOEVAL
Het wintert in Pompeï. De tijd
van vegen, opruimen, restaureren
en verder graven in de as.
Er zijn recruten ingezet,
soms wordt een kiek gemaakt.
Zes jaar verlopen, en in je tent
’s nachts om drie uur toon je me foto’s:
kijk, toen was ik in dienst,
we groeven een villa op in Pompeï.
het was berekoud, ik heb nog
een munt achterover kunnen drukken, hier!
Weer een paar jaar later blader ik
in een catalogus over Pompeï. Met een schok
herken ik de foto’s, je dikke trui, je mutsje,
het was berekoud, zei je. Het muntje
schuift koel over mijn warme borst.
Verzamelde gedichten
Penerbit: Bert Bakker, Amsterdam, 2002
Potret penyair (portret diri sendiri): Hans Warren, 1945
Desain sampul buku: Tessa van der Waals
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Minggu, 29 November 2020
MARLEEN DE CRÉE - Ketiduran
KETIDURAN
ketika aku tiba, aku tak ada di lain tempat.
tak ada seseorang, tak seorangpun berkata sesuatu.
aku tak dikenal, tak diharapkan.
aku bukanlah sesuatu, bayangan di jalan.
tak ada pergerakan, terik panas yang tak diharapkan.
sebenarnya apa yang mau kukatakan, lihat
telah lenyap di kabut. kebisuan menetes
seperti lemak dalam kerongkongan. menggagap
seperti anak terlantar di lapangan yang direkayasa,
bersandar padaku layaknya saling mengenal.
kami telah mendengar nafas sengal anjing-anjing
itu anjing-anjing malam.
ketika aku tahu aku telah ketiduran, bermimpi
mungkin mimpi sepenggal dari keabadian.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-11-2020
SLAAP
toen ik aankwam, kwam ik nergens aan.
er was niemand, niemand zei iets.
ik werd niet herkend, niet verwacht.
ik was niets, een schaduw op de weg.
stilstand, hitte, nergens op bedacht.
wat ik had willen zeggen, willen zien
was al in nevel opgelost. zwijgen
druppelde vettig in de keel. stotterde
als een verlaten kind op een denkbeeldig
plein, leunde tegen me aan alsof
we oude bekenden. we hoorden honden
hijgen, de honden van de nacht.
toen wist ik dat dit slaap was, droom
een stukje eeuwigheid misschien.
Toen gisteren nog vandaag was
Penerbit: Uitgeverij P, kota Leuven, 2020
Photo penyair: Albert Hagenaars
Photo sampul buku: Jean de Crée
Desain sampul buku: Uitgeverij P
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 06 November 2020
MICHIEL VAN KEMPEN - Transmigrasi
TRANSMIGRASI
Perahu sampan bergoyang lebih kuat
pada saat aku seperti dewa muda menaiki
batang pohon yang berlubang ini
Tetapi ketika aku duduk akhirnya
dia begitu stabil aku seperti tong dengan disel
Ujung haluan menyibak air dan membuka
alang-alang dari tiga puluh tahun yang lalu
Begitu muda gadis itu melambaikan tangannya
padaku dia tak membiarkan roknya
untuk menutupi pahanya
Hitam ya dia memanggilku
dia masih berbau tanah
matanya tak mengenal sejarah
Sepuluh meter dan mungkin sebanyak
tahun itu kita berjarak
di antaranya ada pembatas kuat
Dia memperlihatkan sesuatu yang merah jambu
dalam ketertawaannya dan menunggu
Aku tetap menjaganya
bahasa yang dia tak pernah bisa raba
Di luar waktu dan warna saat ini
yang tak pernah bertahan lama
Kemudian dia mendayung pergi
dan aku menjadi tua dan tahu
itu tak akan pernah begitu terpikat.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
06-11-2020
TRANSMIGRATIE
De korjaal schommelt harder
dan toen ik als jonge god
in deze holle boomstam stapte
Maar eenmaal gezeten
weet ik hem toch zo stabiel
dat ik een vat met diesel was
De boek scheurt scherp het water
en opent riet van dertig jaar terug
Hoe jong is zij die naar mij wuift
geen moeite doet haar rokje
wat dan ook van dijen te bedekken
Zwart roept zij mij
zij ruikt naar aarde op het water
haar ogen kennen geen geschiedenis
Tien meter scheiden ons en
evenzoveel jaar misschien
daar ergens loopt een harde lijn
Zij lacht wat rozigs bloot en wacht
Ik waak hierover in de tijd
een taal die zij nooit kan tasten
Buiten tijd en kleur het nu
dat nooit lang duren kan
Dan peddelt zij heen
en word ik oud en weet
dat ’t zo geladen nooit meer zal zijn.
Het eiland en andere gedichten
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2020
Photo penyair: Bob Bronshoff
Photo sampul buku: 'Sancta mater nostra', Nicolaas Porter
Desain sampul buku: Anders Kilian
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Senin, 26 Oktober 2020
J.H. VAN GEEMERT - Laki-laki dengan sebuah gelas
LAKI-LAKI DENGAN SEBUAH GELAS
tentang ini aku ingin menulisnya:
seandainya bisa menjadi cukup tua
menjadi seorang lelaki
yang duduk di situ
dengan gelasnya
dia terseyum
di hadapan surat kabar
dan perlahan-lahan
dia mengganti proporsi:
yang banyak mengecil
yang sedikit menjadi terlalu besar
aku mengembalikannya
sampai seorang laki-laki yang sederhana
dan melihat dalam dirinya
lelaki yang hidup dan mati
di sore hari yang terisi dengan pikiran
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
25-10-2020
MAN MET GLAS
hier zou ik over willen schrijven:
als je maar oud genoeg wordt
word je de man
die daar zit
met glas
hij glimlacht
tegen de krant
en langzaam
verdraait hij proporties:
het vele verkleint
het weinige wordt
onhandelbaar groot
ik reduceer hem
tot een vereenvoudigd mens
en zie in hem
de man die leeft en sterft
in een namiddag van gedachten
Nog altijd afwezig
Penerbit: Boekscout, kota Soest, 2020
Photo penyair: Wilma Bongers
Gambar sampul buku: "Martinique II", Jeroen Krabbé
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Kamis, 01 Oktober 2020
BERT VOETEN - Selalu
SELALU
Kadang-kadang kita bisa terbangun
dan berkata: lihat, kita hangat
dan telanjang, tangan kita seperti
binatang peliharaan rumah, mereka
melangkah di atas pundak, payudara,
mereka bersarang dalam ketiak,
dalam lipatan kulit yang lembut, mereka mencatat
dengan cepat tentang cinta, hampir berbicara.
Kadang-kadang keberuntungan orang-orang
berjarak selebar telapak tangan, bermimpi
dalam bilik musim panas. Matahari
membiarkan kumbang emas merayap
di atas tangan mereka; siang hari meletakkan
telinganya di atas dada mereka dan mendengarkan
pembicaraan dari dalam hati mereka,
dan ke music box dari pikiran mereka.
Dan selalu datang malam dengan
dua tangan penuh kegelapan. Gelisah
kita kembali ke sesuatu yang sejenak telah
terlupakan, sesuatu yang selalu kita takuti:
tangan menjadi kepalan,
sebuah kepalan yang bisa menghantam,
tiba-tiba, di tengah keberadaan kita.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
01-10-2020
ALTIJD
Soms kan men wakker worden
en zeggen: zie, wij zijn warm
en onbekleed, onze handen
zijn huisdieren, zij wandelen
over een schouder, een borst,
zij schuilen in okselnesten,
in tedere huidplooien, zij
stenograferen liefde en spreken bijna.
Soms zijn de mensen een handbreed
van het geluk af, dromend
in een junivertrek. De zon laat
goudkevers over hun handen
lopen; de middag legt zijn
oor aan hun borst en luistert
naar het gepraat van hun hart, naar
de muziekdoos van hun gedachten.
En altijd komt de nacht met
handenvol donker. Slaaploos
keert men terug naar wat men
even vergat, terug naar
wat men altijd verwacht: een
hand die vuist wordt, een vuist
die neer kan komen, eensklaps,
midden in ons bestaan.
De zon op mijn hand en andere gedichten
Penerbit: De Bezige Bij, Amsterdam, 1956
Gedichten 1938-1992, De Bezige Bij, Amsterdam, 2001
Photo penyair: Philip Mechanicus
Desain sampul buku: Hans Gordijn
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Langganan:
Postingan (Atom)















