Minggu, 27 Oktober 2013

ERICK KILA - Mereka memutuskan






*

mereka memutuskan
tinggal lama di jalanan
dari marmer

mereka melihat nama-nama

Mithridates
Theodosius

untuk mereka nama-nama
itu cukup
mereka memutuskan
bahwa matahari adalah sebuah roda
yang bisa digoreskan di atas batu
dan setelah membaca mereka
akan jatuh di
dalam lamunan



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
27-10-2013








*

ze besluiten
lang te blijven in de marmeren
straten

ze zien namen

Mithridates
Theodosius

ze hebben aan namen
genoeg
ze besluiten
dat de zon een wiel is
krasbaar in steen
dat ze na het lezen
zullen tuimelen in
een gedachte



Waarschijn
Penerbit Kleinood & Grootzeer, kota Bergen op Zoom, 2013
Photo penyair: © J. Dada
Desain sampul buku: Gerrit Westerveld




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 20 Oktober 2013

HANS VAN DE WAARSENBURG - Belanda






BELANDA

Rumah adalah tempat menuju pulang
Untuk menemukan diriku sendiri. Di sini
Malam menjadi giduh di semua

Serat dalam tubuh saya.
Kepalaku seperti istanaberkeringat
Meludahkan huruf huruf yang aku

Tidak bisa eja. Klewang
Membelah aksara. Kepala
Adalah kata yang terbagi.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
20-10-2013








BELANDA

Huiswaarts wil ik gaan om
Te wezen wie ik ben. Hier
Rumoert de nacht in alle

Vezels van het lijf. Mijn
Hoofd is een zweetpaleis
Dat letters spuugt die ik

Niet kan spellen. Klewang
Klieft het alfabet. Hoofd
Is het gespleten woord.



BELANDA

Home is where I want to go
To be myself again. Here
The roar of the night fills every

Sinew of my body. My
Head is a sweaty palace
Spitting letters that I cannot

Spell. A kleywang cleaves
The alphabet. My head
Is the word that is cleft.



Terjemahan: Peter Boreas



Java
Penerbit In de Bonnefant, kota Banholt, 2012
Photo penyair: © Gerard van Hal



www.alberthagenaars.nl

Minggu, 13 Oktober 2013

HANS TENTIJE - Kepekaan





KEPEKAAN

Keberangkatanku menjadi ganda dan mengecil
di pupil-pupilnya, bekas gigitan tinggal di bibirnya
selama itu

seperti perlahan akan menghilang meregang elastis
celana dalam yang saya tarik dan liriskan di perutnya,
sama dengan bekas merah yang menjadi kurang dan
berkurang-

goresan di emulsi

masih bisa di rasakan setelah
apa yang dalam kepekaannya di kembangkan tapi
terlalu dini dalam terang, menjadi hitam seperti kematian



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
13-10-2013







GEVOELIGHEID

In haar pupillen verdubbelt zich verkleind
m'n verdwijnen, in haar lippen blijven de beten achter
zolang 't duurt

zoals langzamerhand de rek uit 't elastiek
zal raken dat ik op haar buik liet terugspringen
worden ook de striemen minder en
minder -

krassen in de emulsie

nog zo tastbaar aanwezig nadat
wat aan gevoeligheid werd ontwikkeld te vroeg
is belicht, doodzwart is geworden



Nachtwit
Penerbit De Harmonie, Amsterdam, 1982
Photo penyair: © Marion Krämer
Photo gambaran: Eugène Atget




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 06 Oktober 2013

ERIK LINDNER - Ada darah dalam bibirmu





*

Ada darah dalam bibirmu
namun demikian angin bersiul

dan bergetar kereta bawah tanah
di kolong meja sangat kencang
sehingga kepalamu jatuh
dan juga kata lembut
meledak di telingamu

rambutmu tersebar di mana-mana
di atas karpet
namun matamu tetap terbuka
dan mengukur dalam cahaya lampu
debu yang bergetar di udara

dan kain yang terjatuh di atas dirimu
terlalu kecil untuk meja
terlalu halus untuk angin.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
06-10-2013







*

Er zit bloed in je lippen
en toch fluit de wind

toch roffelt de metro
onder de tafel zo
dat je hoofd omvalt
en ook een zacht woord
explodeert in je oor

je haren liggen verspreid
over het kleed
toch opent je oog
en meet in het lamplicht
het stof dat trilt in de lucht

en de stof die op je daalt
te klein voor de tafel
te fijn voor de wind.



Tafel
Penerbit De Bezige Bij, Amsterdam, 2004
Photo penyair: © gezett.de
Gambaran: Bert de Beul




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 29 September 2013

WILLEM BRANDT - Kamp Jepang






KAMP JEPANG

Di tepi, belokan sungai ini
yang mengalir coklat kekuningan menembus uapan hutan,
dahulu mesti harus terjadi: di rawa rawa kamp,
bau busuk, disentri dan kematian.

Di dalam tanah yang berlumpur dan busuk ini
ketika kita mengubur orang yang telah mati,
mereka kurus kering. Kerja wajib kita yang tidak berat
tetapi setiap pagi datang lebih banyak kematian.

Tidak ada lagi yang bisa ditemukan; tikus, matahari,
kelembaban, burung nasar dan aktifnya semut putih
di sini semua sudah di prosesnya dengan sempurna.
Tatkala itu tak sebatang kayupun untuk membuat salib.

Mendengarkah aku suara mereka di atas permukaan tanah?
Tidak. Aku sekarang hanya mendengar suara petani
yang membungkuk untuk panen. Padi matang di atas kamp
goyangan batang jerami kulihat tangan tangan dihibur.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
29-09-2013








JAPANS KAMP

Aan deze oever, bocht van de rivier
die zich geelbruin door dampig oerwoud sleept,
moet het geweest zijn: het moerassig kamp,
stank van ontbinding, dysenterie en dood.

In deze slechte modderige grond
hebben wij onze doden neergelegd,
vel over been, het was een licht corvee
maar iedere morgen werden het er meer.

Niets meer te vinden, ratten, zon en vocht,
aasgieren en de nijvere witte mieren
hebben ook hier hun werk grondig verricht.
Voor kruisen was er trouwens toen geen hout.

Hoor ik hun stemmen nog, laag over ’t land?
Maar het zijn boeren, bukkend tot de oogst.
De padi rijpt over het dodenkamp
En in de halmen wuift getroost hun hand.



Het land van Terugkomst – Een Indonesisch reisjournaal in poëzie
Penerbit Hollandia BV, kota Baarn, 1976
Photo penyair: © ?
Gambaran: H.P.J. Baronesse van Till-Tutein Nolthenius




www.alberthagenaars.nl

Minggu, 22 September 2013

MAURICE GILLIAMS - Mimpi fuga





MIMPI FUGA

Pekarangan dalam dengan rumput.
Pernah saya di sana berdiri membaca dalam kedinginan,
Bertahun-tahun sampai buku saya selesai terbaca.

Saya banyak berdiam diri.
Saya tetap seorang anak,
bercermin dalam gelas air.

(Rumah sakit Stuyvenberg, 1939).



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
13-09-2013







DROOMFUGA

Het is een binnenplaats met gras.
Daar heb ik in de kou staan lezen,
Jaren dat mijn boek niet uitgelezen was.

Ik heb zoveel gezwegen.
Ik ben een kind gebleven,
Weerspiegeld in een waterglas.

(Stuyvenberggasthuis, 1939).



Gedichten 1919 - 1958
Penerbit Colibrant, 1965
Photo penyair: © ?



www.alberthagenaars.nl

Sabtu, 14 September 2013

IDA GERHARDT - Kalimat di pelampung sungai





KALIMAT DI PELAMPUNG SUNGAI

Tuhan tahu: aku mempunyai sajak yang tercurah untuk siapa
yang tak pernah ku lihat dan juga tak akan pernah ku kenal.
Perintah yang penuh rahasia. Waktu singkat.

Mungkin adalah sang pewaris: yang kemudian,
kapan jasad saya perlahan melayu sampai menjadi debu.
Seorang anak yang terlahir di tanah air ini.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
13-09-2013







TEKST OP EEN RIVIERBAKEN

God weet: ik heb mijn verzen uitgestort
voor wie ik nimmer zag noch ooit zal zien.
Opdracht vol raadselen. Het uur is kort.

Misschien is het een erfgenaam: nadien,
wanneer ik zelf tot stof zal zijn verdord.
Een kind dat in dit land geboren wordt.



Verzamelde Gedichten
Penerbit Athenaeum-Polak & Van Gennep, Amsterdam, 1997
Photo penyair: © ?



www.alberthagenaars.nl