Minggu, 12 Mei 2013

ERIK HEYMAN - Untuk nanti setelah kematianku




UNTUK NANTI SETELAH KEMATIANKU

Tak seorang tahu kapan saya pernah menulis kalimat terakhirku.
Ketika itu, untuk terakhirnya diri saya mengkhayal
Bahwa saya benar memulai karya saya yang terbaik
Dengan, seperti Hans Andreus, kanker dalam raga saya.

Sekarang saya belum tahu untuk siapa saya akan bersyair
Dan kalimat mana yang akan terdengar di kepalaku
Atau apa yang akan kulakukan setelah kematianku,
Walaupun saya baru saja pada diri saya berjanji

Yang tidak saya mau tahu bahwa itu kata yang terakhir.
Dan saya tidak pernah lagi menceritakan sesuatu yang baru
Kepada istri saya, atau kepada teman, yang waktu itu masih ku kenal.

Karena tahu kematian akan membuat kepiluan:
bagimana, dimana, tak terkenal,tak seorangpun bisa menghitung hari.
Saya hanya berharap bahwa saya masih diri saya sendiri.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars






VOOR LATER NA MIJN DOOD

Wie weet wanneer ik ooit m'n laatste zinnen schrijf.
Wanneer ik, voor het laatst dan, bij mezelf verzin
Dat ik dan echt wel aan een meesterwerk begin
Met, net als Hans Andreus, kanker in mijn lijf.

Ik weet nu niet voor wie ik dan nog dichten zal
En welke woorden ik zal horen in m'n hoofd
Of wat ik, na dat laatste punt verrichten zal,
Hoewel ik daar zoëven aan mezelf beloofd

Heb dat ik niet wil weten dat 't de laatste zijn.
En dat ik nooit meer nieuwe dingen zal vertellen
Aan m'n vrouw, of aan vrienden, die ik dan nog ken.

Want weten dat je sterven zal doet altijd pijn:
Hoe, waar, is onbekend, je kan geen dagen tellen.
Ik hoop alleen maar dat ik dan mezelf nog ben.



Penerbit: De Contrabas, Belanda, 2010
Photo penyair: Eric Beyts
Desain sampul buku: Michel Janssens
Seleksi: Frank Pollet


www.alberthagenaars.nl



Rabu, 01 Mei 2013

VICTOR VROOMKONING - Sungai





SUNGAI

Kamu tahu jalanya, tepinya, dasarnya.
Kau mampu berlayar,memancing,berenang,
kadang kamu bermain di atas es.
Bisakah dia tanpamu?
Kalau dia kering, masihkah ada sungai?
Punyakah sungai itu perasaan?
Kalau seseorang menukar air dari sungai Maas
dan sungai Waal, bergantikah juga namanya?

Sungai adalah seperti wanita yang hidup bersamamu.
Dia nyata,tapi jangan bertanya bagaimana.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars




EEN RIVIER

Je kent haar loop, haar oevers,
haar bedding. Je kunt erin
varen, vissen, zwemmen, erop
schaatsen soms. Kan ze zonder jou?
Staat ze droog, is ze dan nog rivier?
Heeft ze een ziel? Verwisselt men
het water van Maas en Waal,
wisselen dan ook de namen?

Een rivier is als zij met wie je leeft.
Ze bestaat, maar vraag me niet hoe.



Dari buku 'Ommezien - Gedichten 2008 - 1983.
Penerbit: De Arbeiderspers, Amsterdam, 2008.

Photo penyair: © Siti Wahyuningsih, 2008.



www.alberthagenaars.nl



JAN KOSTWINDER (1960 -2001) - Malaikat






*

Malaikat, kata gadis itu; dia menengadahkan
tangannya ke arahku -
aku adalah surga pengantinya.

Tetapi dia yang mematahkan sengatanku
menusukanya ke dalam tubuhku,
dan akan mencukil kedua mataku keluar.

Dan lihat, malaikat terbakar
dengan kedua sayapnya -



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars







*

Engel, zegt ze; ze steekt
haar handen naar je uit –
je bent haar hemelse bruidegom.

Maar die je angel breekt
en in je steekt, steekt
je later beide ogen uit.

En kijk, de engel brandt,
met beide vleugels –



Penerbit: Thomas Rap, Amsterdam, Belanda, 2003.
Kumpulan seleksi dan kata pendahuluan: Hein Aalders dan Chrétien Breukers.
Photo penyair dan anaknya: © Albert Hagenaars.



Minggu, 21 April 2013

MIEKE GREVER - Debu





DEBU

Hidup adalah cara
yang mudah di lihat
seorang yang duduk
semeja denganku
yang menjamin tidak sepi
sinar dalam kegelapan.

Adalah juga cara
untuk penyesalan
di mana buah itu
baru saja termakan
kapan dia busuk dan apek.

Hidup adalah debu
melayang antara
mekar dan layu
tak dapat di pertahankan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars







STOF

Leven is een manier
om zichtbaar te zijn
een tafelgenoot
die het gesprek
gaande houdt
licht in de duisternis.

Het is ook een manier
om spijt te krijgen
dat je de vrucht
pas at toen hij
voos was en vuns.

Leven is stof
warrelend tussen
uitkomen en verwelken
onhoudbaar.



Penerbit: Kleinood & Grootzeer, Bergen op Zoom, Belanda, 2010.
Gambaran: Emanuela Slanzi.
Photo penyair: © Frederik Hund.



www.alberthagenaars.nl



Sabtu, 13 April 2013

ALBERT HAGENAARS - Bangkok: R & R


BANGKOK: R & R

‘Not one sucks the fear out of me’,
masih, di tembok WC, tak terbaca lagi.
Kulihat lelaki itu, pulang sebentar dari Nam,
pirang, jangkung, terkikik kerna saraf cabik-cabik

di keremangan The Strip. Neon
menebas rindu. Waktu menggumpal. Mencari-cari
si hitam manisku dari Den Haag
kau meraba siapa bakal naik demi sesuap nasi.

Kau membusuk dalam jerat atau, menerobos salah satu
tempat terkutuk ini, memacu pulang taksi kosongmu?
Kalimat terakhirmu, kalimat terakhirku, sama coraknya:
Liang, selalu, di manapun, hanya perempuan tiada dua itu.


Terjemahan: Landung Simatupang




Albert Hagenaars dan Landung Simatupang di Yogyakarta, 2007.



BANGKOK: R & R

Not one sucks the fear out of me,
nog net, niet meer leesbaar op de wc-muur.
Ik zie hem, voor even terug uit Nam,
blond, lang en lacherig van de zenuwen

in de schaduwen van The Strip. Neon
striemt het verlangen. Tijd stremt. Zoekend
naar mijn Indisch meisje uit Den Haag
betast je wie jou voor een handvol rijst berijdt.

Lig je weggerot aan een strik of jaag je
thuis je lege taxi door zo’n godverlaten oord?
Jouw laatste zin, mijn eerste, dezelfde soort:
Het gat, altijd en overal die ene vrouw.



Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, Belanda, 2011.
Photo: © Siti Wahyuningsih.






Jumat, 05 April 2013

JOHANNA KRUIT





*

kulihat ibuku melenggang di malam
kedua tanganya memakai kain putih
yang ingin kupukul sampai berdarah

terperanjat aku ingin bersembunyi
tapi semua kakiku berdiri kaku
dan semua tanganku mendorongnya ke lubang
yang akhirnya menutup penuh kesedihanku masa lalu

dan setelah hari ini tidak pernah terbuka lagi

tetapi ketika menengadah dan kulihat sore
berdiri di sana ibuku dengan bendera putih




Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars



*

ik zag mijn moeder door de avond gaan
in elke hand droeg zij een witte vlag
die ik tot bloedens toe had willen slaan

verschrikt wou ik me gaan verschuilen
maar al mijn benen moesten blijven staan
en al mijn handen duwden haar in kuilen
die eindelijk dempten wat ik ooit moest huilen

en na vandaag ook nooit meer opengaan

maar toen ik opkeek en de avond zag
stond daar mijn moeder met een witte vlag



Penerbit: WEL, kota Bergen op Zoom, 1997.
Photo penyair: © Henk Barents.



www.alberthagenaars.nl


BERT BEVERS - Malam-malam kita





*

malam-malam kita
adalah burung putih
dengan berhati-hati seperti
nenek moyang kita membisikan
mereka ke ranjang kita

saya menamai kamu putri raja
tapi ku belai kamu sampai menjadi ratu

dalam dirimu
ku merasakan tuhan




Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars



*

onze nachten
zijn witte vogels
behoedzaam als
grootouders fluisteren
we ze in ons bed

ik noem je prinses
maar streel je koningin

in jou
voel ik god




Penerbit: WEL, kota Bergen op Zoom, 1997.
Photo penyair: © Pak Suyoto.



www.alberthagenaars.nl