Puisi Belanda di Bahasa Indonesia (273) - Dutch poetry in Indonesian language (273 poems) - Nederlandse poëzie in het Indonesisch
Kamis, 15 April 2021
JASPER MIKKERS - Lonceng angin kemerincing
*
Lonceng angin kemerincing
api berkobar dengan warna kemerahan
Sementara aku memandang nyala api, aku bertemu
ratu-ratu, penyihir, pesulap, pertapa dan pemilsafat
Kehidupanku telah lama penuh dengan kerumitan
sewaan rumah, kendarai mobil, bekerja untuk orang lain
Aku memangkas kehidupanku seperti pohon
Disini aku bisa bersemi lagi, di daerah Toreenlahard
hidup layaknya petani dengan banyak puisi
Apa yang ku perbincangkan? Apakah aku menenggak bir?
Yurtku adalah universitasku, mungkin
belajarlah aku sesuatu yang akan pernah bisa kuajarkan
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
11-04-2021
*
De windbel klingelt
met oranje vlammen brandt het vuur
Terwijl ik in de vlammen kijk, ontmoet ik
koninginnen, heksen, tovenaars, kluizenaars en filosofen
Mijn leven was te lange tijd te ingewikkeld
huis huren, auto rijden, werken voor anderen
Ik snoeide mijn leven als een boom
Hier kan ik opnieuw uitbotten, in Toreenlahard
in een boerenbestaan vol poëzie
Waar heb ik het over? Zeker bier gedronken?
Mijn yurt is mijn universiteit, misschien
leer ik iets dat ik ooit kan doorgeven
Vuur in een vaas
Penerbit: Antaeus, kota Tilburg, 2021
Photo penyair: Annemiek van Bakel
Gambar sampul buku: Daisy Karthaus
Desain sampul buku: Daisy Karthaus
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Rabu, 17 Maret 2021
ANNA DE BRUYCKERE - Laut
LAUT
Kapiten tua membuka buku mimpinya.
Dengan mata berbinar aku mengantar segelas teh, tiba-tiba
berbicara tanpa basa-basi tentang lelaki yang merusak akal sehatku
tetapi membiarkanku hidup juga setelah dia meninggalkanku.
Aku menyampaikan ke kapiten sepatah kata yang berarti sedih
yang dia belum pernah mendengarnya.
Dan aku meminjamkan telingaku,
lengan yang siap, untuk semua yang dia katakan
sementara dia membaca. Dia menyanyi, ayunan angin
rendah di atas laut yang tenang dan memaksa,
laut di penuhi dengan musik, laut di penuhi laut -
kadang-kadang laut membiarkan kami berlayar, terbuka namun
kadang-kadang gelombang bergulung menjauh
dari kita, menyibak halaman ke halaman
yang telah terbaca.
Di dasar laut dia menyimpan mimpi-mimpi
yang belum pernah kami terima.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
16-03-2021
ZEE
De oude kapitein haalt zijn dromenboek boven.
Ik breng hem thee en glanzende ogen, spreek onverhoeds
onverhuld over de man die mijn verstand vernielde
maar me deed leven ook nadat hij me verliet.
Ik breng de kapitein een woord voor verdriet
dat hij nog nooit heeft gehoord.
En ik breng hem oren
gekromde armen voor wat hij vertelt
bij zijn papieren. Zijn stem zingt, wiegende windkracht
laag over stillende, dwingende zee
een zee van muziek, een zee van zee -
soms laat ze ons varen, opent ze zich maar
soms rolt ze zich onder onze schepen
vandaan, slaat ze om, bladzijdes
die ze uitgelezen acht.
Op de bodem bewaart ze de dromen
die we nog niet aanvaardden.
Voor permanente bewoning
Penerbit: Cossee BV, Amsterdam, 2020
Photo penyair: Marcel Kentin
Photo sampul buku: Christoph Buchwald
Desain sampul buku: Irwan Droog
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Rabu, 03 Maret 2021
ELS DE GROEN - Sebuah gambar
SEBUAH GAMBAR
Seperti Tuhan telah menggaris
di langit dengan pensil berwarna:
riang dan rapuh
seperti dia menyatukan
kaki demi kaki dengan tintanya
dan menyimpan pena
yang kecil dan halus
untuk sayap-sayapmu,
transparan seperti kaca bermotif
begitulah kamu tergambar.
Tuhan tersenyum
dan menamaimu Capung.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
02-03-2021
EEN TEKENING
Alsof god met kleurpotlood
een streepje in de lucht
trok: vrolijk en fragiel
alsof hij er met inkt
poot voor poot aan vastmaakte
en het fijnste pennetje
bewaarde voor je vleugels
doorzichtig als figuurglas
zo werd je getekend.
God lachte vergenoegd
en noemde je Libelle.
Hebben mollen weet van zonsondergangen?
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2020
Photo penyair: Henk de Groen
Desain sampul buku : Anders Kilian
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 05 Februari 2021
WILLIE VERHEGGHE - Lomba balap sepeda di Flandria
LOMBA BALAP SEPEDA DI FLANDRIA
Mengenang pada Edgard De Caluwé, pemenang di tahun 1938
*Denderwindeke-Ninove 1913, † Geraardsbergen 1985
Putih dan waspada garis finish menunggu
apa yang akan terjadi: spéktakel yang berabad-abad lamanya
yang mengingatkan akan Roma dan Colosseumnya,
gladiator-gladiator jalanan dengan pakaian berwarna-warni,
tontonan dari kepala-kepala para kaisar
terhiasi dengan hélm baja yang penyok dalam pertempuran.
Disini pemenang merentangkan sayapnya
seperti albatros,saat itu kebisingan menguasai
kota dan desa membungkuk ujung menara
gereja untuk para pembalap yang
dengan paha mereka menunjukkan dari kekuatan dan berotot.
Dan masyarakat menyaksikan dengan tegang
dan berseru menyebut nama-nama idola mereka.
Sepeda-sepeda bersinar lebih kuat dari pada matahari,
peluh-peluh memercik di atas aspal yang tajam
dari perang roda-roda itu dia membumbung tinggi
dan merayakan kemenangan serta ketenaran yang abadi.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
04-02-2021
DE RONDE VAN VLAANDEREN
Denkend aan Edgard De Caluwé, winnaar in 1938
*Denderwindeke-Ninove 1913, †Geraardsbergen 1985
Wit en waakzaam wacht de eindmeet op
wat komen gaat: een eeuwenoud spektakel
dat aan Rome en zijn Colosseum denken doet,
de gladiatoren van de weg in hippe kleuren,
een bruisend sculptuur van keizerskoppen
getooid met in de strijd gedeukte helmen.
Hier slaat de winnaar als een albatros
zijn vleugels uit, hier heerst de daver
van de dag waarop stad en dorp nederig
de hoge hoofden van hun torens buigen
voor wat getaande mannen met hun dijen
tot een feest van kracht en spieren maken.
En het volk: het kijkt gespannen toe
en schreeuwt de namen van zijn goden.
De glans der fietsen meet zich met de zon,
zweet spat op het ruw asfalt uiteen en
uit een woud van wielen wipt hij die
triomfeert en voor eeuwig roem verwerft.
Door de muur
Penerbit: Kannibaal, kota Veurne, 2012
Photo penyair: Stephan Vanfleteren
Desain sampul buku: Johan Jacobs
Photo-photo yang lain: Willie Verhegghe
Tempat finish (1973-2011): Halsesteenweg, Meerbeke (Ninove), Flandria
Pematung: Dierik Potvlieghe
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Jumat, 22 Januari 2021
MIEL VANSTREELS - Tanpa prostat (14 senryu - seleksi)
Ruang tunggu untuk pasien
dengan masalah prostat -
bercanda saat ini tidak mungkin
Perempuan yang ramah
dengan tenang mengambil
segumpal daging dari prostatku
Apa yang sudah tertular
boleh disayat dan dibuang – walaupun
aku sedih akan kelenjar itu
Klimaks tanpa air mani
sama enaknya - mata-mataku
langsung membasah
Memotong dan menjahit -
ini akan membuat burung kecilku
lebih kecil (lagi)
Memberiku ketenangan -
layanan prostat tepat disamping
layanan pastoral
Menyalakan lilin
sebagai orang katolik yang ateis -
Maria memperbolehkannya
Penganistisia membawaku
dengan kata-kata, sementara itu
dia bercanda, ke kenyataan yang lain
Kateter boleh dilepas
besok - popok-popok
sudah tersedia rapi
Pagi berikutnya
terbangun dengan ereksi -
cara bersyukur untuk memulai hari
Isteriku memeriksa
teman kecilku - sedikit lebih kecil
bisa juga menarik
Seperti lengkungan yang impresif
air kencingku gemericik melintas taman -
Tuhanku, begitu kuat memancur
Tak ada jejak lagi
yang bisa terdeteksi – dinyatakan
resmi sembuh
Sayangku mau bercinta denganku
asalkan aku tak lagi menulisnya -
maka dari itu
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
21-01-2021
Een wachtkamer vol
prostaten - grappen maken
is er even niet bij
Aardige dame
prikt bijzonder ontspannen
stukjes vlees uit mij
Wat is aangetast
mag weggesneden - ook al
treur ik om die klier
Is droog klaarkomen
even fijn - ik krijg er nu al
vochtige ogen van
Knippen en hechten -
het zal mijn jongeheer (nog)
wat kleiner maken
Heel geruststellend -
de prostaatpoli ligt pal
naast het pastoraat
Als katholieke
atheïst een kaarsje branden -
van Maria mag het
De narcotiseur
praat me al grappen makend
naar een ander rijk
De katheter mag
er morgen uit - de luiers
liggen netjes klaar
Een ochtend later
wakker met een erectie -
dankbaar ontwaken
Mijn lief inspecteert
mijn jongeheer - enige krimp
heeft zo z’n charme
Met een mooie boog
klatert mijn plas door de tuin -
mijn god wat een straal
Geen sporen meer
ontdekt - zonder voorbehoud
genezen verklaard
Lief wil graag met me
vrijen maar alleen als ik
er niet over schrijf – dus
Prostaatloos
Penerbit: Haute Folie, kota Maastricht, 2019
Potret penyair: Ilona Kamps
Desain sampul buku: Haute Folie
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Rabu, 30 Desember 2020
HANS WARREN - Kebetulan
KEBETULAN
Musim dingin di Pompeï. Waktunya
untuk menyapu, membersihkan, memperbaiki
dam terus menggali dalam abu.
Ada beberapa pekerja baru,
kadang-kadang foto diambilnya.
Enam tahun telah berlalu, dan dalam tendamu,
jam tiga pagi, kamu memperlihatkanku foto-foto:
lihat, waktu itu aku masih dalam tigas,
kami telah menggali vila di Pompeï,
sangat dingin, aku masih sempat bisa
mencuri satu koin, ini ambilah!
Beberapa tahun kemudian aku membalik
halaman katalog tentang Pompeï. Terkejut
aku mengenali satu foto, baju tebalmu, topimu,
sangat dingin katamu waktu itu. Koin itu
dingin bergerak di atas dada hangatku.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-12-2020
TOEVAL
Het wintert in Pompeï. De tijd
van vegen, opruimen, restaureren
en verder graven in de as.
Er zijn recruten ingezet,
soms wordt een kiek gemaakt.
Zes jaar verlopen, en in je tent
’s nachts om drie uur toon je me foto’s:
kijk, toen was ik in dienst,
we groeven een villa op in Pompeï.
het was berekoud, ik heb nog
een munt achterover kunnen drukken, hier!
Weer een paar jaar later blader ik
in een catalogus over Pompeï. Met een schok
herken ik de foto’s, je dikke trui, je mutsje,
het was berekoud, zei je. Het muntje
schuift koel over mijn warme borst.
Verzamelde gedichten
Penerbit: Bert Bakker, Amsterdam, 2002
Potret penyair (portret diri sendiri): Hans Warren, 1945
Desain sampul buku: Tessa van der Waals
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Minggu, 29 November 2020
MARLEEN DE CRÉE - Ketiduran
KETIDURAN
ketika aku tiba, aku tak ada di lain tempat.
tak ada seseorang, tak seorangpun berkata sesuatu.
aku tak dikenal, tak diharapkan.
aku bukanlah sesuatu, bayangan di jalan.
tak ada pergerakan, terik panas yang tak diharapkan.
sebenarnya apa yang mau kukatakan, lihat
telah lenyap di kabut. kebisuan menetes
seperti lemak dalam kerongkongan. menggagap
seperti anak terlantar di lapangan yang direkayasa,
bersandar padaku layaknya saling mengenal.
kami telah mendengar nafas sengal anjing-anjing
itu anjing-anjing malam.
ketika aku tahu aku telah ketiduran, bermimpi
mungkin mimpi sepenggal dari keabadian.
Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-11-2020
SLAAP
toen ik aankwam, kwam ik nergens aan.
er was niemand, niemand zei iets.
ik werd niet herkend, niet verwacht.
ik was niets, een schaduw op de weg.
stilstand, hitte, nergens op bedacht.
wat ik had willen zeggen, willen zien
was al in nevel opgelost. zwijgen
druppelde vettig in de keel. stotterde
als een verlaten kind op een denkbeeldig
plein, leunde tegen me aan alsof
we oude bekenden. we hoorden honden
hijgen, de honden van de nacht.
toen wist ik dat dit slaap was, droom
een stukje eeuwigheid misschien.
Toen gisteren nog vandaag was
Penerbit: Uitgeverij P, kota Leuven, 2020
Photo penyair: Albert Hagenaars
Photo sampul buku: Jean de Crée
Desain sampul buku: Uitgeverij P
Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2
www.alberthagenaars.nl
Langganan:
Postingan (Atom)















