Minggu, 15 April 2018

ANTOON VAN DEN BRAEMBUSSCHE - If you hold my hand





IF YOU HOLD MY HAND

Jika kamu memegang tanganku,
kemudian semua menjadi sama seperti semula.

Kemudian aku menyeduh kopi lagi,
di tengah malam,
sementara kita masih
berbincang tentang kita sendiri
dan melepaskan diri dari yang lainnya.

Musim dingin tak membawa pangaruh
apa yang kita harapkan,
jadi aku membuatkan kamu dari tubuhku musim panas,
musim panas yang sangat sempurna
dimana kamu bisa tumbuh dan berpergian.

Jika kamu memegang tanganku
kemudian semua menjadi sama seperti semula
dan akhirnya aku menulis sebuah pantun
sehingga aku sekejap berhenti dari kematian.




Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
15-04-2018







IF YOU HOLD MY HAND

Als je mijn hand vasthoudt
dan wordt alles weer hetzelfde.

Dan maak ik weer koffie,
om middernacht,
terwijl wij nog even
nakaarten over onszelf
en aan anderen ontkomen.

De winter bracht ons niet
wat wij verhoopten,
dus maak ik je uit mijn lichaam een zomer,
een grote en goede zomer
waarin je kan groeien en op reis gaan.

Als je mijn hand vasthoudt
dan wordt alles weer hetzelfde
en schrijf ik eindelijk nog eens een gedicht
waardoor ik even met sterven ophoud.



Alles komt terug
Penerbit: P, kota Leuven, 2018
Photo penyair: © Karin Borghouts
Desain gambar: 'The circle', Sarah Westphal




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


BLOG INI


Untuk memperkenalkan puisi bahasa Belanda dalam Indonesia dan Malaysia (di mana 270 juta manusia menggunakan bahasa yang sama) dan, untuk mempopulerkannya, Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars di bulan Maret 2013 memulai dengan blog ‘Suara suara dari utara’. Mereka ingin menterjemahkan dan mempublikasikan puisi berasal dari Belanda dan Flandria (bagian dari Belgia yang mana berbicara bahasa Belanda, 61%).
Di waktu yang akan datang bisa juga puisi dari Suriname dan Antillen (pulau Antillen Belanda) mendapat tempat khusus di weblog ini.
Penterjemah yang lain diperbolehkan untuk bergabung dalam blog ini.




Siti Wahyuningsih



In order to introduce Dutch poetry in Indonesia and Malaysia (the national languages of both countries are quite similar) Siti Wahyuningsih and Albert Hagenaars started a blog with translations in March 2013. The name of this blog is ‘Suara suara dari utara’, which means ‘Northern voices’. Every month at least two poems by Dutch and Flemish authors are published. For a majority of over 6 million people in Belgium, Dutch is the native language. All together, 23 million people in Europe speak Dutch, which is less than 10% of all the people who speak Bahasa Indonesia.



Om Nederlandstalige poëzie in Bahasa Indonesia en dus in Indonesië en feitelijk ook in Maleisië te introduceren (het gaat om een aaneengesloten taalgebied van 270 miljoen mensen) en, zo mogelijk, populair te helpen maken, begonnen Siti Wahyuningsih en Albert Hagenaars in maart 2013 een speciaal met dit doel opgezet weblog. De naam hiervan is: 'Suara suara dari utara', wat zoveel betekent als 'Stemmen uit het noorden'. Het is de bedoeling dat zowel Nederlandse als Vlaamse poëzie door hen wordt vertaald en gepubliceerd.

Klik hier voor een eerste reactie

Minggu, 18 Maret 2018

EZRA DE HAAN - Istana putih (Chefchaouen)





ISTANA PUTIH (CHEFCHAOUEN)

Kau berikan aku pintu putih dari istanamu,
pintu masuk sampai ke kamar
dimana kamu tidur
atau dahulu yang kau pernah
sebagian dari mimpi
penuh dengan lengkungan dan pilar-pilar.
Di luar layaknya seperti di dalam di sini:

dunia terlumuri putihnya kapur,
dimana suara- suara menggema

dari insan yang memanjatkan do'a
Di sini kemurniaan kekuasaan,
hanya terwarnai oleh sinar matahari
atau permainan dari awan.
Dimana lubang di tembok bernyanyi
terdengar layaknya kapur hangat terbakar.
Walaupun terbungkam
oleh bahan yang disumbatkan
tertutup belakang selendang.

rumah ini bernyawa.

Itu adalah suara dari dahulu kala:
mereka yang telah hidup, perawat, pendoá,
yang sekarang berbicara lewat batinmu
hanya jika rumahmu memelukmu


Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars
17-03-2013










WIT PALEIS (CHEFCHAOUEN)

Je gaf mij een deur van je witte paleis,
de toegang tot een kamer
van daar waar je slaapt
of ooit geslapen hebt,
een deel van de droom
vol bogen en pilaren.
Buiten is hier binnen:

een door kalk gewitte wereld
waarin stemmen weerklinken

van mensen in gebed.
Hier heerst het zuivere,
slechts gekleurd door de zon
of het spel dat de wolken spelen.
Waar de gaten in de muur zingen
als het blussen van kalk weerklinkt.
Ook al snoer je hen de mond
door er stoffen in te stoppen,
er haiks voor te hangen.

dit huis leeft.

Het zijn de stemmen van voorheen:
zij die leefden, zorgden, baden,
die nu in stilte tot je spreken
als het huis je omhelst.



Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, Belanda, 2011
Photo penyair: Richard de Weert
Seni pahat patung: Judith Heinsohn




www.alberthagenaars.nl

Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Minggu, 25 Februari 2018

ERIK LINDNER - Berlin, Berlin





BERLIN, BERLIN

Wujud-wujud di jendela kaca yang aku lalui
tak terdiri dari pantulan

kaca bersinar tak menembus pemandangan
refleksi menghilang
kaca telah menyerap semua kejadian bertahun-tahun
ke dalam dirinya, penerangan, bayangan dan erosi

sari buah yang melarut tanpa masalah dalam susu
salju dalam celah-celah anak tangga
dan di pojokan bingkai jendela
tempat terang memperlihatkan jejak-jejak dari api
keretakan mengikis permukaan
garis-garis bercabang bintik-bintik gelap

lapis demi lapis setiap kejadian jatuh
dalam struktur dari kaca yang usang
jendela yang tertutup dari semua yang ia tahu
memudar oleh apa yang dia telah saksikan

dan lat-lat jendela
menjepit pinggiran kaca
celah-celah yang terjadi dari dalam
untuk siapa yang melintas di luar.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
18-02-2018







BERLIN, BERLIN

De figuren in de ruit waar ik langsloop
bestaan niet uit reflecties

de ruit doorschijnt geen tafereel
de weerspiegeling is weg
het glas heeft alles in zich opgenomen
van jaren geleden, lichtval, schaduw en erosie

sap dat moeiteloos oplost in melk
sneeuw in de voegen van de treden
en in de hoeken van kozijnen
lichtplekken vertonen sporen van vuur
barsten verbergen de oppervlakte
aders vertakken de donkere vlekken

laag voor laag valt ieder voorval
in de verweerde glazen structuur
het venster dat dicht is van wat het weet
verbleekt door wat het gezien heeft

en de sponningen van het raam
knijpen in de randen van het glas
een kier die wat binnen is opengezet
voor wie buiten passeert.



Zog
Penerbit: Van Oorschot, Amsterdam, 2018
Photo penyair: © Tessa Posthuma de Boer
Desain sampul buku: Christoph Noordzij
Photo sampul buku: Ruth Verraes




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Minggu, 28 Januari 2018

RICHARD FOQUÉ - Tubuh yang bernomor





*

Tubuh yang bernomor
kesakitan seperti stempel angka
yang terbakar
dalam kulit paling dalam
tampak terlihat di setiap lapisan
tersusun secara geometris.

Tubuh yang bernomor
itu menunggu
sementara air meluap
di tempat penyeberangan.
Itu menatap
sampai dia terpanggil
sampai seseorang membaginya
sampai bilangan ganjil tanpa nama.

Tubuh yang bernomor
tidak masuk dalam hitungan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
28-01-2018







*

Het genummerde lichaam
pijn als een cijfer
gebrandmerkt
in de diepste huid
in rijen gelijnd
meetkundig geschikt.

Het genummerde lichaam
het wacht
terwijl het water stijgt
in het doorwaadbare.
Het staart
tot het geroepen wordt
tot iemand het zal delen
tot een naamloos priemgetal.

Het genummerde lichaam
het is van geen tel.



Vermoeden van licht
Penerbit P, kota Leuven, 2017
Photo penyair: © Bert Bevers




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2



www.alberthagenaars.nl


Sabtu, 30 Desember 2017

OLAF DOUWES DEKKER - Indonesia raya





INDONESIA RAYA

tanpa hambatan sinar dari ketinggian matahari
jatuh ke hangatnya lapisan dalam dunia hijau
adakalanya hujan kelabu jatuh berhari-hari
pada sawah-sawah, pegunungan dan lorong-lorong

tanah kelahiran tercipta dari ribuan pulau
topeng, penari dan pesona, dalam pandangan
berkhayal rangsangan, marah dan murka
dan pilu, kesederhanaan, gairah

tahun telah datang ayam jantan kuning
berkokok, jin keluar dari botol
saat tanah air menghilang dimana
tak pernah bisa ditemukan atau diperebutkan

setelah berabad-abad dalam paksaan
di ladang yang terpinjam dalam waktu yang tercuri
surga menutup gerbangnya-
begitulah telah tertulis dan tergariskan.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
29-12-2017







INDONESIA RAYA

vrij valt de hoge tropenzon
in warme lagen tussen het groen
valt grijs soms dagenlang de regen
op rijstvelden, bergen en wegen

geboortegrond van duizend kusten
maskers, dansers en betovering
in ogen dromen drift en duisternis
en weemoed, eenvoud, hartstocht

het jaar kwam dat de gele hanen
kraaiden, de geest verliet de fles
als land verloren ging waar niets
te zoeken of vogelvrij te halen viel

na eeuwen opgelegde tucht
op geleende akkers in gestolen tijd
sloot het paradijs zijn poorten –
zo was geschreven en voorzien



Levenslang
Penerbit: Van Kemenade, kota Breda, 2017
Photo penyair: © Piet den Blanken
Photo buku: Hein van Kemenade
Desain sampul buku: Meyer/Van Gerwen




Catatan:
Puisi di atas telah tertulis bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tahun di 2015 dan untuk mengenang dari Ernest Douwes Dekker, orang Jawa, wartawan dan kakak dari kakekku. Puisi ini dipersembahkan untuk ibuku, yang mana telah bertahan hidup di sebuah barak penampungan Jepang, untuk kedua bapakku dan teman-teman dan keluarga mereka, untuk Roeslan Abdulgani dan semua rakyat Indonesia dan semua di antaranya.

Noot:
Bovenstaand gedicht is geschreven ter gelegenheid van de 70-jarige onafhankelijkheid van Indonesië in 2015 en ter herinnering aan Ernest Douwes Dekker, Javaan, journalist en broer van mijn opa. Het gedicht is opgedragen aan mijn moeder, dankzij wie ik de jaren in een Jappenkamp overleefde, aan mijn beide vaders en hun vrienden en familie, aan Roeslan Abdulgani en alle Indonesiërs en aan iedereen daartussen in.



Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2



www.alberthagenaars.nl


Minggu, 26 November 2017

JOB DEGENAAR - Sungai





SUNGAI

Pada suatu hari aku mengikuti sungai
sesuatu dalam diriku memaksaku
berlanjut dengan kegilaan ini

Untuk tidak lenyap pandangan
pengelihatanku oleh karena
perkebunan, hutan-hutan dan paya-paya

aku memanjat pagar-pagar, menyeberang
aluran, perlahan menjadi malam dan dingin
bintang-bintang dan suara benturan dari ombak

menjaga supaya aku tidak tersesat
Dekat tempat muara datang samar sebuah
kapal penyeberang yang berubah dari merah ke kuning

dan birunya langit, seorang perempuan
membuka ruang kapal, terdengar dari dalam
berhembus nyanyian dari jin-jin penggoda

Sungai bebas tak terikat oleh tempat dan waktu,
tak terduga dia muncul ke permukaan,
di akhir pangkalan itu, kapal itu, perempuan itu



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
25-11-2017







RIVIER

Op een dag volgde ik een rivier
iets in mij droeg ertoe aan
met deze waanzin door te gaan

Om haar niet uit het oog
te verliezen doorkruiste ik
tuinen, bossen, moerassen

muren beklom ik, ik waadde door
geulen, nacht werd het en koud
de sterren en het geklots van golven

maakten dat ik niet af zou dwalen
Bij de monding daagde een veerboot
die van rood verschoot naar geel

en hemelsblauw, een vrouw
opende de kajuit, waaruit
gezang woei van sirenen

Aan tijd en plaats bindt de rivier zich
niet, onvoorspelbaar duikt ze op, met aan
het eind die kade, dat schip, die vrouw



Hertenblues
Penerbit: Liverse, kota Dordrecht, 2017.
Photo penyair: © Tineke Bruin
Desain sampul buku: Henk van Trooyen




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2



www.alberthagenaars.nl