Jumat, 07 Agustus 2020

INGE NICOLE - Akan rusak





AKAN RUSAK

Jika aku merusak sesuatu
-sebuah piring atau pohon bonsai-
itu karena aku tak tahu bagaimana caranya
menjelaskan kesakitan kecuali dengan pecahan
atau kata-kata yang tergergaji

Memar-memar internal hanya diterjemahkan
seperti bagian-bagian yang terpisah.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
06-08-2020







STUKGAAN

Als ik iets stuk maak
-een bord of een bonsai boompje-
dan is het omdat ik niet weet
hoe anders dan in scherven of met
afgezaagde woorden pijn uit te leggen

Inwendige kneuzingen laten zich
slechts in opgedeelde stukjes vertalen.



Maanbrief aan het getij
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: © Maurice Hof
Photo sampul buku: Prototype of a helicopter, Felix Nadar, 1863
Desain sampul buku: Anders Kilian





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl





Rabu, 29 Juli 2020

H. MARSMAN - Lex barbarorum





LEX BARBARORUM

Berikan aku sebuah pisau,
aku mau memotong
bagian luka hitam ini dari tubuhku.

dengan perlahan aku duduk tegak.

aku mendengar aku telah mengucapkannya
sementara aku menggigil dalam gelap dan ketakutan:
aku mengakui hanya satu hukum:
hidup!

mereka mengkhianatinya bahwa perlahan-lahan
akan hancur karena kesedihan, tentu aku tak mau itu!



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
28-07-2020








LEX BARBARORUM

Geef mij een mes.
ik wil deze zwarte zieke plek
uit mijn lichaam wegsnijden.

ik heb mij langzaam recht overeind gezet.

ik heb gehoord, dat ik heb gezegd
in een huiverend, donker beven:
ik erken maar één wet:
léven.

allen, die wegkwijnen aan een verdriet,
verraden het en dat wil ik niet.



Verzamelde Gedichten, deel I
Penerbit: Querido / De Gemeenschap, Amsterdam / Bilthoven, 1938
Photo penyair: Tak terkenal





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl





Minggu, 12 Juli 2020

MARGREET SCHOUWENAAR - Aku menulismu





AKU MENULISMU

Aku menulismu di tanganku, aku membacamu
dalam pompaan dari kalimat-kalimatku.
Aku mengenalmu dan tetapi kamu masih
harus dilahirkan dalam kata-kata.

Kamu pergunakan aku untuk kepastian.
Gaun yang mana, topi yang mana? Setiap apa
yang kucoba membuatmu melunak, lembut,
seperti halnya aku menyusui seorang anak.

Setiap buku berawal di payudara,
dengan cara serakah, berliur, menghisap
kelimpahan; mulutnya lebih dari penuh:

‘Aku adalah kamu, kamu. Kamu!’

Untuk memberi nama-nama. Tidak
mengenal perkenalan. Dunia nyata ada.
Perlahan-lahan aku menulismu kesana.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
12-07-2020








IK SCHRIJF JE

Ik schrijf je in mijn hand, lees je
in het pompen van mijn zinnen.
Ik ken je en toch moet je nog
in woorden ontstaan.

Je grijpt mij als zekerheid aan.
Welke jurk, welke hoed? Mijn
trachten maakt je zachter,
teder, alsof ik een kind voed.

Elk boek begint aan een borst,
gulzig, kwijlend, puttend uit
overvloed; de mond overvol:

‘Ik ben jou, jou. Jou!

Om namen te geven. Het weten
niet te weten. De wereld bestaat.
Ik schrijf je er geleidelijk naar toe.




De overmaat van ontbreken
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: © Hannah Schouwenaar
Gambar sampul buku: Lukisan dari William Turner
      "Sun setting over a Lake", 1840 (fragmen)
Desain sampul buku: Anders Kilian





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl





BLOG INI


Untuk memperkenalkan puisi bahasa Belanda dalam Indonesia dan Malaysia (di mana 270 juta manusia menggunakan bahasa yang sama) dan, untuk mempopulerkannya, Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars di bulan Maret 2013 memulai dengan blog ‘Suara suara dari utara’. Mereka ingin menterjemahkan dan mempublikasikan puisi berasal dari Belanda dan Flandria (bagian dari Belgia yang mana berbicara bahasa Belanda, 61%).
Di waktu yang akan datang bisa juga puisi dari Suriname dan Antillen (pulau Antillen Belanda) mendapat tempat khusus di weblog ini.
Penterjemah yang lain diperbolehkan untuk bergabung dalam blog ini.




Siti Wahyuningsih



In order to introduce Dutch poetry in Indonesia and Malaysia (the national languages of both countries are quite similar) Siti Wahyuningsih and Albert Hagenaars started a blog with translations in March 2013. The name of this blog is ‘Suara suara dari utara’, which means ‘Northern voices’. Every month at least two poems by Dutch and Flemish authors are published. For a majority of over 6 million people in Belgium, Dutch is the native language. All together, 23 million people in Europe speak Dutch, which is less than 10% of all the people who speak Bahasa Indonesia.



Om Nederlandstalige poëzie in Bahasa Indonesia en dus in Indonesië en feitelijk ook in Maleisië te introduceren (het gaat om een aaneengesloten taalgebied van 270 miljoen mensen) en, zo mogelijk, populair te helpen maken, begonnen Siti Wahyuningsih en Albert Hagenaars in maart 2013 een speciaal met dit doel opgezet weblog. De naam hiervan is: 'Suara suara dari utara', wat zoveel betekent als 'Stemmen uit het noorden'. Het is de bedoeling dat zowel Nederlandse als Vlaamse poëzie door hen wordt vertaald en gepubliceerd.

Klik hier voor een eerste reactie

Senin, 22 Juni 2020

WIM VAN TIL - Uiteindelijk





PENJAGA

Hari ini, hari kelahiranmu, aku menggali kuburan di kebun.
Retak bebatuan yang bertahun-tahun telah hidup dalam
kesunyian. Mempelajari waktu dalam air di akar yang mengering.

Menggunakan pecahan bebatuan untuk rumah kura-kura,
meninggalkan air untuk burung unggas, menyapu akar-akar
ke onggokan dedaunan, mempersiapkan tempat untuk tubuhmu.

Ketika tak ada lagi sesuatu, perlahan menurunkan
apa yang tersisa darimu, sampai jarak tak berarti lagi.
Ketika itu pergi



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
21-06-2020








WACHTER

Vandaag, op je geboortedag, een graf gegraven
in de tuin. Stenen gekraakt die jaren in stilte gedijden.
De tijd aanschouwd in worteldroog water.

De stenen gebruikt voor het huis van de schildpad, het
water aan de vogels gelaten, de wortels bij de bladhoop
gevoegd, plaats gemaakt voor jouw lichaam.

Toen er niets meer was, wat van je bleef
voorzichtig laten dalen tot afstand geen waarde
meer gaf. Toen heengegaan




Uiteindelijk
Penerbit: Kleinood & Grootzeer, kota Bergen op Zoom, 2020
Photo penyair: © belum tahu
Desain sampul buku: Gerrit Westerveld





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl





Rabu, 10 Juni 2020

FRANK DECERF - Ladrier Fernand 87150 Almarhum





LADRIER FERNAND 87150 Almarhum

Waktu itu pabrik-pabrik memproduksi kematian, telah mencapai
target-target mereka dan mengirim hasilnya ke Berlin
sementara itu cerobong asap membara dengan sangat puas.
Lagi setiap hari tungku membakar dengan kekuatan sepenuhnya,
lagi setiap hari sedikit salju kelabu melayang turun ke bawah,
lagi setiap hari arwah-arwah menunggu keselamatan.
Mereka hampir tak bernafas lagi, tak tahu dimana harus melihat lagi,
tak tahu lagi artinya kehidupan, tak mau lagi selain hanya
tidur. Mereka memakai piyama-piyamanya tiap hari dan tiap malam...




Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
06-06-2020








LADRIER FERNAND 87150

De doodsfabrieken draaiden, haalden hun prognoses,
zonden schitterende resultaten naar Berlijn
wijl de schoorstenen gloeiden van tevredenheid.
Elke dag weer brandde de stinkende oven op volle kracht,
elke dag weer dwarrelde wat grijze sneeuw naar beneden,
elke dag weer wachtten de onmensen op verlossing.
Ze haalden amper nog adem, wisten niet meer waar gekeken,
wisten niet meer wat leven betekende, wilden niets meer
dan slapen gaan. Hun pyjama’s droegen ze dag en nacht...




LADRIER FERNAND 87150

These death factories reached their targets,
they sent excellent results to Berlin
the chimney pots glowing contentment.
Every day the stinking oven burnt full blast,
each day some grey snowflakes drifted down,
each day the sub-humans awaited salvation.
They hardly breathed, did not know where to turn to,
did not know what life meant anymore, they only
wanted to go to sleep, keeping on their pyjamas day and night…




LADRIER FERNAND 87150

L’industrie de la mort tournait, atteignait ses objectifs,
envoyait ses résultats retentissants à Berlin,
les cheminées, écarlates de contentement.
Chaque jour, le four écoeurant brûlait à puissance maximale,
chaque jour, quelques flocons de neige grise se couchaient,
chaque jour, les non-humains attendaient la délivrance.
A peine respirant, ne sachant où regarder,
ne sachant plus le sens du mot vivre, dormir leur seul désir,
ils portaient leur pyjamas jour et nuit.




Getuigenissen / Testimonies / Témoignages
Penerbit: Partizaan, kota Gent, 2015
Terjemahan Bahasa Inggris : Frank Decerf
Kewajiban terjemahan Bahasa Inggris: Joe Moran (junior).
Terjemahan Bahasa Perancis: Dokter Herbert Plovie
Photo penyair: © J.J. Soenen
Desain sampul buku: Stefaan Van Laere
Gambar sampul buku: Joe Moran (senior)





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl



Kamis, 14 Mei 2020

BRIGITTE SPIEGELER - Studio Rembrandt





STUDIO REMBRANDT

Bagaimana seandainya Rembrandt masih hidup
kemungkinan dia akan aktif dengan social media?
kulihat asisten yang melakukannya itu
Studio Rembrandt di Jodenbreestraat
kira-kira dengan 70 karyawan
seseorang berhubungan dengan kolektor-kolektor
yang lainnya bertanggung jawab
untuk peralatan

Jika dia hidup sekarang,
mungkinkah dia akan mengenakan pakaian
berlebihan seperti Warhol?
Tidak, kata teman wanitaku
yang juga seorang ahli tentang Rembrandt
berpakaian lebih seperti Elton John
spesialis dan bohemian
menari saat sedang bekerja
kalau ada niat

Tak bersedia setiap hari
untuk wawancara dan semua
yang tidak sangat penting
apakah dimasa lalu atau sekarang
Sebagian beberapa hal
tidak pernah berubah
Pelukis fanatik
seperti pengetsa yang
tak bisa terhentikan.




Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
13-05-2020








STUDIO REMBRANDT

Wat als Rembrandt nu leefde
zou hij actief zijn op sociale media?
zie eerder een assistent dat voor hem doen
Studio Rembrandt in de Jodenbreestraat
met zo’n 70 medewerkers
iemand voor relaties met verzamelaars
een ander verantwoordelijk
voor materialen

Had hij nu geleefd,
Zou hij zich extravagant kleden
à la Warhol wellicht?
Nee, zegt een vriendin
tevens Rembrandt expert
veel meer als Elton John
vakman en bohémien
dansend bij zijn werk
als de luim er naar staat

Niet iedere dag beschikbaar
voor interviews en alles wat
niet essentieel is
of het nu toen of nu is
Sommige dingen
veranderen niet
Het schilderbeest blijft
evenals de etser
nooit te stoppen.




STUDIO REMBRANDT

What if Rembrandt were alive today
would he have been active on social media?
more like some assistant to do it for him
Studio Rembrandt in Jodenbreestraat
with about 70 people on the payroll
someone for art collector relations
someone else responsible
for materials

Had he been alive today,
would he dress extravagantly
à la warhol perhaps?
No, says a girlfriend
cum Rembrandt expert
much more like Elton John
professional and bohemian
dancing while at work
if he was in the mood

Not available everyday
for interviews and all that
isn’t essential
whether it was then or now
Some things
never change
The fanatic painter
just like the etcher
remains unstoppable.


English translation: Scott Rollins



Ongeëvenaard / Without Equal
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: © Michiel Heffels
Gambar sampul buku: Rembrandt van Rijn / Brigitte Spiegeler
Desain sampul buku: Anders Kilian





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl