Jumat, 29 November 2019

ANTON KORTEWEG - Perjalanan di Midden-Delfland




PERJALANAN DI MIDDEN-DELFLAND

‘Pertanian adalah kesabaranku,
pertemanan adalah hidupku,
semua apa yang kumiliki,
adalah pemberian dari Tuhan’,
telah kubaca di daerah kota Abtswoude.

Aku mengangguk menyetujui
tetapi kemudian harus tetap berpikir
tentang masa lalu mesin pemotong rumput
dan suaranya yang tak teratur,
aneh jika kita tak mendengarnya lagi,
meskipun tidak di kawasan Abtswoude,
dan tentang suara lipatan yang terdengar
saat ketika terletak dalam gudang.

Kemudian tiba-tiba aku berpikir
betapa beruntungnya kehidupanku,
lepas dari mesin pemotong rumput itu:

Aku belum berumur tujuh puluh tahun
dan sekarang sudah punya cukup waktu
untuk masih bisa sedikit melakukan
hal yang terburuk setiap tahunnya.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
27-10-2019








WANDELING IN MIDDEN-DELFLAND

‘De landbouw is mijn lust,
de vriendschap is mijn leven,
alles wat ik bezit,
is mij door God gegeven’,
las ik in de buurt van Abtswoude.

Ik knikte instemmend maar
moest vervolgens toch denken
aan wijlen de grasmaaimachine
en zijn onregelmatig geneuzel,
dat je dat nergens meer hoort,
zelfs niet in de buurt van Abtswoude,
en aan de knik die hij maakte,
zette je hem in het schuurtje.

Wat later viel mij nog in
hoe goed ik het had getroffen,
die grasmaaier daargelaten:

nog niet eens zeventig
en nu al volop tijd
om wat ik nog een beetje kan
ieder jaar slechter te kunnen.



Nooit eens lekker nergens - Autotopische bloemlezing
Penerbit: Meulenhoff, Amsterdam, 2019
Photo penyair: © Albert Hagenaars, 2019
Desain sampul buku: Zeno





Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl



BLOG INI


Untuk memperkenalkan puisi bahasa Belanda dalam Indonesia dan Malaysia (di mana 270 juta manusia menggunakan bahasa yang sama) dan, untuk mempopulerkannya, Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars di bulan Maret 2013 memulai dengan blog ‘Suara suara dari utara’. Mereka ingin menterjemahkan dan mempublikasikan puisi berasal dari Belanda dan Flandria (bagian dari Belgia yang mana berbicara bahasa Belanda, 61%).
Di waktu yang akan datang bisa juga puisi dari Suriname dan Antillen (pulau Antillen Belanda) mendapat tempat khusus di weblog ini.
Penterjemah yang lain diperbolehkan untuk bergabung dalam blog ini.




Siti Wahyuningsih



In order to introduce Dutch poetry in Indonesia and Malaysia (the national languages of both countries are quite similar) Siti Wahyuningsih and Albert Hagenaars started a blog with translations in March 2013. The name of this blog is ‘Suara suara dari utara’, which means ‘Northern voices’. Every month at least two poems by Dutch and Flemish authors are published. For a majority of over 6 million people in Belgium, Dutch is the native language. All together, 23 million people in Europe speak Dutch, which is less than 10% of all the people who speak Bahasa Indonesia.



Om Nederlandstalige poëzie in Bahasa Indonesia en dus in Indonesië en feitelijk ook in Maleisië te introduceren (het gaat om een aaneengesloten taalgebied van 270 miljoen mensen) en, zo mogelijk, populair te helpen maken, begonnen Siti Wahyuningsih en Albert Hagenaars in maart 2013 een speciaal met dit doel opgezet weblog. De naam hiervan is: 'Suara suara dari utara', wat zoveel betekent als 'Stemmen uit het noorden'. Het is de bedoeling dat zowel Nederlandse als Vlaamse poëzie door hen wordt vertaald en gepubliceerd.

Klik hier voor een eerste reactie

Rabu, 30 Oktober 2019

ALJA SPAAN - Masih ingatkah bagaimana




MASIH INGATKAH BAGAIMANA

Lagi aku telah bersimpuh di depannya dan lagi
dia bertanya-tanya apakah yang aku lakukan dan walaupun

dia tidak mau menolak, itu tak mungkin, dia telah menghilang
lewat pintu samping, dan masih terdengar suara langkahnya,

dan tetap hangat seperti biasanya, tangannya, yang tak hanya
membelai rambutku atau hanya sebentar menopang di pundakku

seperti tepukan yang tertangguhkan, jari-jarinya tak mengunci
di leherku tetapi hanya kekuatan gerakan pinggangnya,

wajah tidak lama lagi berkerinyit oleh rasa sakit yang tak begitu
aku mengerti atau bagaimana kematian dipadukan pada yang sama,

aku, disana, membungkuk, dia hanya berpikir pada bagaimana
dengan santun bisa menjelaskan keterlambatannya

pada seorang wanita yang kebetulan tak bisa lagi
lebar membuka mulutnya.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
30-10-2019








WEET JE NOG HOE

Opnieuw lag ik op mijn knieën en voor hem en weer
vroeg hij zich af wat ik deed en hoewel hij zich

niet zou verzetten, hoe kon hij ook, hij was verdwenen
door de zijdeur, voetstappen holden nog na,

en even warm was als altijd, zijn hand alleen niet door
mijn haren of even op de schouders als een

uitgestelde klop, zijn vinger niet hakend in mijn hals en
nergens meer de kracht dan uit zijn lendenen,

het gezicht niet langer de grimas van pijn die ik nooit zo
begreep of hoe dood aan hetzelfde gekoppeld werd,

ik, daar, zo nederig gebukt, dacht hij alleen aan hoe hij
met goed fatsoen zijn oponthoud zou

kunnen verklaren aan de eerste belanghebbende partij die
toevallig niet meer zo ver haar mond openen kon.



Tegen het vergeten en voor de behoedzaamheid
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2018
Photo penyair: Wouter van der Hoeven
Photo sampul buku: Alja Spaan
Desain sampul buku: Anders Kilian




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl



Rabu, 09 Oktober 2019

ANNE VEGTER - MH17




MH17

Dua puluh kali telah menyaksikan berita dan masih
tetap nyata: begitu saja terbang dalam jaring peperangan dari pihak lain.

Adakah dalam bahasa Rusia kata-kata kesalahan,
kata-kata ampun, namakan kata yang tidak ditolerir oleh kekuasaan.

kesakitan seperti itu tak bisa terkatakan.

Dua puluh kali telah menyaksikan berita dan apa yang terjadi tetap
pembunuhan. Kita mencari jaringan dari cerita ini yang tiba-tiba terhenti.

Kita menemukan kata, who cares apakah itu ada atau tidak. Kesedihan dunia.



(17 Juli 2014. Setelah jatuh tertembak MH17 di Ukraine.)



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
08-10-2019








MH17

Twintig keer naar het journaal gekeken en het is nog steeds
waar: zomaar in het web gevlogen van de oorlog van anderen.

Bestaat er in het Russisch ook een woord voor schuld,
woord voor genade, noem het woord dat macht niet duldt:

voor zulke pijn heb je niet eens een woord.

Twintig keer naar het journaal gekeken en het is nog steeds
moord. Je zoekt de weefsels van dit abrupt verhaal. Je vindt

het woord, who cares of het bestaat of niet. Wereldverdriet.



(17 juli 2014. Na het neerhalen van de MH17 in Oekraïne.)



Wat helpt is een wonder
Penerbit: Querido, Amsterdam-Antwerpen, 2017
Photo penyair: Jacqueline de Haas
Desain sampul buku: Brigitte Slangen
Photo sampul buku: Suzanne Arts




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl



Rabu, 25 September 2019

PAUL RODENKO - Bom-bom




BOM-BOM

Kota sunyi.
Jalan-jalan
melebar.
Kangguru-kangguru melihat melewati celah jendela.
Seorang perempuan lewat.
Tergesa-gesa gema memungut
suara langkahnya.

Kota sunyi.
Kucing kaku menggelinding dari ambang jendela.
Cahaya telah berpindah seperti beton blok.
Tanpa suara tiga empat bom terjatuh di lapangan
dan tiga empat rumah perlahan mengibarkan
bandera merah mereka.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
24-09-2019








BOMMEN

De stad is stil.
De straten
hebben zich verbreed.
Kangeroes kijken door de venstergaten.
Een vrouw passeert.
De echo roept gehaast
haar stappen op.

De stad is stil.
Een kat rolt stijf van het kozijn.
Het licht is als een blok verplaatst.
Geruisloos vallen drie vier bommen op het plein
en drie vier huizen hijsen traag
hun rode vlag.



Gedichten
Penerbit: U.M. Holland, Amsterdam, 1951
Photo penyair: ?




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Rabu, 04 September 2019

JIT NARAIN - di matamu sendiri aku melihatmu telanjang





*

di matamu sendiri aku melihatmu telanjang.
waktu itu kamu melepaskan lenganmu untukku.
tanganmu mencerminkan cinta,
jari-jarimu mengusap materi dari kemilau.

kamu telah melepaskan kepalamu untukku.
matamu berkilau oleh karena sinar yang meredup
lenganmu merangkulku dan aku menjadi tampak.
ketika itu jari-jarimu mengikatku dengan cahaya-cahaya.

kamu telah melepaskan kakimu untukku.
ketika itu aku menbungkuk untuk menyentuhnya.
cahaya-cahaya meredup, hanya penopang tersisa untukku.
tempat yang nyaman untuk mengenang kata-kata.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
03-09-2019







*

ik zag jou naakt in jouw eigen ogen.
toen legde je je armen af voor mij.
je handen spiegelden liefde,
je vingers streken de stof af van de glans.

je legde je hoofd af voor mij.
je ogen schitterden van het ingehouden licht
je armen omsloten me en ik werd zichtbaar.
toen knoopten je vingers mij vast aan de stralen.

je legde je voeten af voor mij.
toen boog ik me om ze aan te raken.
de stralen braken, een voetstuk restte mij.
de gerieflijkste plek om me de woorden te herinneren.






Di bahasa Sarnámi:


*

nang-dhirang toheṉ tohár ankhiye meṉ dekhli.
apan bhujá tab tu utár dele rahe hamár khát.
háth se tohár mohabbat ke camatkár lapkat rahá,
anguṟyan tohár camak-damak parse dhúr poche lagleṉ.

apan sar tu utár dele rahe hamár khát.
aṉkhiyan tohár jagmagaile dabáwal jotiyan ke kiranwan se bar
akwár bhujá tohár pakaṟ leis hamke aur bhaili ham dekháimán.
gaṯhiyái deis tab tohár anguṟiyan kiranwan meṉ hame.

goṟ apan utár ke dhar dele rahe tu hamár khát.
chuwe khátir turant ham nihur gaili oke.
ṯuṯ gail kiranwan bacal cauki kháli hamke.
sab se anand sthán hai i sabdwan ke yád meṉ gohráwe ke.



Waar ben je daar / Báṯe huwáṉ tu kaháṉ
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo-photo penyair: © Michiel van Kempen
Desain sampul buku: Anders Kilian




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Senin, 03 Juni 2019

BERT BEVERS - Penyair berpikir





PENYAIR BERPIKIR

Dalam dirinya dia merasa beberapa kata-kata mendidih
dalam petang. Siapa yang tidak pernah berdosa

dengan sinar matahari? Dia tahu: disini aku pernah.
Papan nama baru terpajang di tiang lentera.

Seorang laki-laki lewat dengan gerobak sorong.
Seorang perempuan meletakan belanjaan ke dalam mobilnya.

Seorang anak menjilati es krim. Rumah yang sedang
dibangun akan terjual dalam waktu delapan tahun

dan tiga bulan. Dia tahu. Dia keluar dari waktu.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
02-06-2019








DE DICHTER PEINST

Hij voelt een handvol woorden in zich zieden
in de avondstond. Wie heeft ooit gezondigd

tegen zonlicht? Hij weet: hier was ik eerder.
Er wordt een nieuw straatnaambordje op

een lantaarnpaal geschroefd. Een man passeert
met een kruiwagen. Een vrouw laadt boodschappen

in. Een kind sabbelt aan een ijsje. Het huis dat
gebouwd wordt zal over acht jaar en drie maanden

worden verkocht. Hij weet het. Hij verlaat de tijd.



Nederzettingen
Penerbit: Kleinood & Grootzeer, kota Bergen op Zoom, 2018
Photo penyair: © Albert Hagenaars
Desain sampul buku: Gerrit Westerveld




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl