Senin, 03 Juni 2019

BERT BEVERS - Penyair berpikir





PENYAIR BERPIKIR

Dalam dirinya dia merasa beberapa kata-kata mendidih
dalam petang. Siapa yang tidak pernah berdosa

dengan sinar matahari? Dia tahu: disini aku pernah.
Papan nama baru terpajang di tiang lentera.

Seorang laki-laki lewat dengan gerobak sorong.
Seorang perempuan meletakan belanjaan ke dalam mobilnya.

Seorang anak menjilati es krim. Rumah yang sedang
dibangun akan terjual dalam waktu delapan tahun

dan tiga bulan. Dia tahu. Dia keluar dari waktu.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
02-06-2019








DE DICHTER PEINST

Hij voelt een handvol woorden in zich zieden
in de avondstond. Wie heeft ooit gezondigd

tegen zonlicht? Hij weet: hier was ik eerder.
Er wordt een nieuw straatnaambordje op

een lantaarnpaal geschroefd. Een man passeert
met een kruiwagen. Een vrouw laadt boodschappen

in. Een kind sabbelt aan een ijsje. Het huis dat
gebouwd wordt zal over acht jaar en drie maanden

worden verkocht. Hij weet het. Hij verlaat de tijd.



Nederzettingen
Penerbit: Kleinood & Grootzeer, kota Bergen op Zoom, 2018
Photo penyair: © Albert Hagenaars
Desain sampul buku: Gerrit Westerveld




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


KAREL WASCH - Menari di malam hari





MENARI DI MALAM HARI
(seperti semuanya)

Kemudian hanya terbantu malam gulita
tanpa siluet, yang di dalamnya
bisa menari menembus
lubangnya waktu, kamu harus
bergerak menembus air,
seperti di kampung tua
dengan dokter yang berjas putih
di depan pintu masuk. Kabut
menggigit dan menangis dan bergeser
sejenak karena nyala lampu mobil
dan pulau batu jelas terlihat. Kamu meraba
botol air yang hilang. Hawa dingin menyusup
celah celah karet pintu mobil.
Nyaris terjadi aborsi, yang karena
kesalahanmu, seperti semuanya.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
02-06-2019








DANSEN IN DE NACHT
(zoals alles)

Dan helpt alleen nog de contourloze
zwarte nacht, waarin je
dansen kunt door
een tijdsgat, je moet
bewegen door water,
zoals in het oude dorp
met een arts in witte jas
in de deuropening. De bijtende,
huilende nevel wijkt even voor
de koplampen en het rotseiland
is zichtbaar. Jij tast naar de verdwenen
fles mineraalwater. Kou dringt door
het rubber van de portieren.
Vlak voor de abortus, die jouw schuld
zou zijn, zoals alles.



Het geluid van denken
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: Jean Moulin
Desain cover: Jona Rotting




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


BLOG INI


Untuk memperkenalkan puisi bahasa Belanda dalam Indonesia dan Malaysia (di mana 270 juta manusia menggunakan bahasa yang sama) dan, untuk mempopulerkannya, Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars di bulan Maret 2013 memulai dengan blog ‘Suara suara dari utara’. Mereka ingin menterjemahkan dan mempublikasikan puisi berasal dari Belanda dan Flandria (bagian dari Belgia yang mana berbicara bahasa Belanda, 61%).
Di waktu yang akan datang bisa juga puisi dari Suriname dan Antillen (pulau Antillen Belanda) mendapat tempat khusus di weblog ini.
Penterjemah yang lain diperbolehkan untuk bergabung dalam blog ini.




Siti Wahyuningsih



In order to introduce Dutch poetry in Indonesia and Malaysia (the national languages of both countries are quite similar) Siti Wahyuningsih and Albert Hagenaars started a blog with translations in March 2013. The name of this blog is ‘Suara suara dari utara’, which means ‘Northern voices’. Every month at least two poems by Dutch and Flemish authors are published. For a majority of over 6 million people in Belgium, Dutch is the native language. All together, 23 million people in Europe speak Dutch, which is less than 10% of all the people who speak Bahasa Indonesia.



Om Nederlandstalige poëzie in Bahasa Indonesia en dus in Indonesië en feitelijk ook in Maleisië te introduceren (het gaat om een aaneengesloten taalgebied van 270 miljoen mensen) en, zo mogelijk, populair te helpen maken, begonnen Siti Wahyuningsih en Albert Hagenaars in maart 2013 een speciaal met dit doel opgezet weblog. De naam hiervan is: 'Suara suara dari utara', wat zoveel betekent als 'Stemmen uit het noorden'. Het is de bedoeling dat zowel Nederlandse als Vlaamse poëzie door hen wordt vertaald en gepubliceerd.

Klik hier voor een eerste reactie

Selasa, 07 Mei 2019

ADRIAAN DE ROOVER - Penyair tua





PENYAIR TUA

Aku akan merebahkan namanya
ke dalam kamus jepang
begitu indah sehingga tak terbaca
aku akan membaca tulisan indah
yang panas dingin dalam mata putihnya
aku akan membawa nafasku
ke mulut
dari anggreknya yang liar
dan mengisi otaknya yang lembut
dengan es yang terbakar
aku akan membius kesadarannya
dan perlahan-lahan menjadi tuhannya
sampai hanya keengganan tetap

dan juga tubuh telah membatu
yang di dalamnya penyair tua menangis



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
06-05-2019








DE OUDE DICHTER

ik zal haar naam te slapen leggen
in een japans woordenboek
onleesbaar mooi
het koortsige schoonschrift lezen
in het wit van haar ogen
ik zal mijn adem dragen
naar de mond
van haar wilde orchideeën
en haar weke hersenen vullen
met brandend ijs
ik zal haar geweten verdoven
en tergend traag haar god worden
tot enkel nog de weerzin blijft

en het versteende lichaam
waarin de oude dichter schreit



Gedichten 1953-1998
Penerbit: Demian, Antwerpen, Belgia, 1998
Photo penyair: belum ada nama
Photo sampul buku: Frank Philippi




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


ELS DE GROEN - Hukum-hukum





HUKUM-HUKUM

Orang-orang asing menjadi kenalan
orang-orang terkenal menjadi teman
tetapi hukum-hukum tetap hukum

Teman-teman disangkal
orang-orang asing disingkirkan
hukum-hukum dipatuhi

Menteri-menteri menjadi petugas keamanan
petugas-petugas keamanan menjadi mesin-mesin
tetapi manusia tetap manusia

Teman-teman menjadi terhargai
alat perangkat terganti
hukum-hukum terlanggar



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
05-05-2019








WETMATIGHEDEN

Vreemdelingen worden bekenden
bekenden worden vrienden
maar wetten blijven wetten

Vrienden worden geloochend
vreemdelingen verwijderd
wetten nageleefd

Ministers worden dienders
dienders worden machines
naar mensen blijven mensen

Vrienden worden gekoesterd
apparaten vervangen
wetten overtreden



Wakker vallen
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2018
Photo penyair: Henk de Groen
Desain sampul buku: Gert-Jan van der Steen




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Rabu, 17 April 2019

CATHARINA BOER - Rumah orang tua





RUMAH ORANG TUA

Sementara cahaya condong, aroma dari mawar,
rumput, rumah perlahan telah menghilang.
Dari jendela-jendela yang hampir tertidur, waktu menyelinap
datang mendekat. Aku merencanakan kalimat-kalimat,

mencoba untuk menetap. Di kejauhan sonata
muncul dari dinding, nada-nada meninggi,
menembus dedaunan dari pepohonan
yang berakar sangat dalam, dan senyap lagi.

Musim panas sempurna, bumi telah berhenti bernafas,
terlalu lembut untuk kata-kata saat itu
yang disitu perlahan-lahan lenyap untuk selamanya.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
15-04-2019








OUDERLIJK HUIS

Bij kanteling van licht, geur van rozen,
gras, leek het huis al weg te zweven.
Uit ramen, tegen slapen aan,
sloop tijd naderbij. Zon ik op zinnen,

poging tot blijven. Ontsprong
van ver een sonate uit de stenen,
stegen tonen door blad van diep
gegronde bomen en stierven weer weg.

De zomer was totaal, aarde uitgeademd,
te teer voor woorden het moment
dat daar verloren ging.



Voltooid landschap
Penerbit: Demer Press, kota Leusden, 2019
Photo penyair: Albert Hagenaars
Photo sampul buku: Albert Baggermans
Desain sampul buku: Hannie Rouweler




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Minggu, 17 Maret 2019

KARIN LACHMISING - Keputusan yang terakhir





KEPUTUSAN YANG TERAKHIR

Sekitar tubuh
berdetak
sebuah bom
denyut jantung
yang dia tak mau mendengar
pakaian menutup
tubuhnya
yang hampir hancur

Dia tak tahu
kenapa dia berpikir
orang-orang tak sepantasnya
terlihat
stasiun, jalan,
rumah makan
seharusnya berada di sana
orang-orang
atau stasiun
atau sebuah rumah makan

Dari kejauhan
datang seorang anak berjalan
yang tidak boleh bersapa.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
17-03-2019








DE LAATSTE BESLISSING

Rondom het lichaam
tikt
een bom
de slag van
het hart
dat hij niet wil horen
zijn kleding bedekt
het lichaam
dat er bijna niet meer is

Hij weet niet
waarom hij denkt
de mensen hoort hij
niet te zien
het station de straat
het restaurant
ze moeten er wel zijn
de mensen
of het station
of een restaurant

In de verte komt
een kind aangelopen
dat niet mag groeten.



Zeven rivieren ver
In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: Raul Neijhorst
Gambar sampul buku: Dhiradj Ramsamoedj - "Reflection of the Truth"
Desain sampul buku: Anders Kilian




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Selasa, 26 Februari 2019

ARJEN SEVENSTER - Budha





BUDHA

Budha telah datang untuk menetap
dalam rumah kita: pahatan kayu, Buddha sendiri.
Dia duduk di atas meja rias dan terdiam;
dia tidak ikut makan bersama kita, namun hidup

dari perhatian yang kita selalu beri.
Pada waktu kita pergi, dia membebaskan
kamar dari keilusian, dari kata-kata
yang kita lupa dalam ketergesaan.

Seperti tak bergerak, tapi itu tak nyata:
semalam terdengar olehku dia berbicara
dengan Budha-Budha yang lain

dan aku mengira dia, jika kita
ke sekolah atau ke tempat kerja,
meluruskan lutut dan bernafas.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
25-02-2019







BOEDDHA

De Boeddha heeft zijn intrek
in ons huis genomen: een houten beeld,
de Boeddha zelf. Hij zit op het dressoir
en zwijgt; hij eet niet mee, maar leeft

van wat wij hem aan aandacht geven.
Als wij vertrokken zijn, maakt hij
de kamer van illusies vrij,
van woorden die wij in de haast vergaten.

Hij lijkt niet te bewegen, maar dat
is schijn: vannacht heb ik hem nog
met andere Boeddha’s horen praten

en ik vermoed, dat hij, als wij
naar school of werk vertrokken zijn,
zijn benen strekt en ademhaalt.



Bloemen in de regen
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: Selfie
Desain sampul buku: Anders Kilian
Gambar sampul buku: Martine Meijer



Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Senin, 18 Februari 2019

RUBEN VAN ROMPAEY - Waktu + Esensi





WAKTU

Seandainya aku bisa menangkapmu
akan aku taruh kamu ke dalam gelas
tetapi kaca yang tembus pandang
dan degitulah Waktu



ESENSI

Keinginan
yang bisa di raih
tetapi tak di angan
dimana harusnya lebih matang
dan yang tak pernah tercipta



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
18-02-2019







TIJD

Als ik je kon vangen
deed ik je in een glas
maar glas is doorzichtig
en zo is de Tijd



ESSENTIE

Zin
valt te grijpen
maar niet in de geest
waar zij nog moet rijpen
en nooit is geweest



Houdbare Oevers
Penerbit: WEL, kota Bergen op Zoom, 2018
Photo penyair: © Albert Hagenaars
Desain sampul buku: Albert Hagenaars
Gambar sampul buku: Gido Hommes



Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Kamis, 07 Februari 2019

PHILIP HOORNE - Jilat saya mama





JILAT SAYA MAMA

Saya terlahir terlalu awal
ibuku hampir tak ada waktu untuk mengajariku menangis

selamat tinggal mama ucapanku pada suatu hari
selamat tinggal mama aku terbang

sementara aku terbang kulihat menggelepak celana pendekku
dan sampai kami terkoyak dan akhirnya rusak

dengan telanjang aku terus terbang sampai warna surga
memudar dalam kecantikan yang tak berpesona

dimanakah kamu mama aku berbisik
kapan kamu menjilat mataku yang basah



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
03-02-2019







LIK MIJ MAMA

Ik ben voorbarig geboren
mijn moeder nam amper de tijd om mij het huilen te leren

vaarwel mama riep ik op een dag
vaarwel mama ik vlieg

al vliegende zag ik hoe mijn korte broek en ik flapperden
in de wind tot we rafelden en uiteindelijk scheurden

bloot vloog ik verder tot de hemel verkleurde
in een schoonheid die mij amper kon bekoren

waar ben je mama vezelde ik
wanneer lik je het vocht in mijn ogen



Het dikke meisje en de ziener
Penerbit: In de Knipscheer, kota Haarlem, 2019
Photo penyair: Selfie
Desain sampul buku: Kilian Anders
Gambar sampul buku: Peter Paul Rubens



Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl


Senin, 21 Januari 2019

RICHARD FOQUÉ - Kamu duduk di meja bundar





*

kamu duduk di meja bundar
dengan mulut kehijauan
dan jari-jari yang membuat bayangan
yang merasakan kehampaan

kamu meminta untuk membakar
tanda baru di kulitmu
untuk ditiup kata-kata baru
ke dalam mulutmu
untuk menterjemahkan diriku
ke bahasa yang tak terkenal

begitulah kamu duduk di meja bundar
dan meminta stigma yang abadi
dari gambaranku yang lain



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
20-01-2019







*

je zit rond de tafel
met de groene spreekmond
en de schaduwvingers
die de ruimte voelen

je vraagt nieuwe tekens
in je huid te branden
de nieuwe woorden
in jouw mond te blazen
mijzelf te vertalen
in een onbekende taal

zo zit jij rond de tafel
en vraagt het eeuwig stigma
van mijn ander beeld



De dieren komen
Penerbit: De bladen voor de poëzie, kota Lier, 1969
Photo penyair: © Albert Hagenaars, 2012
Desain sampul buku: François Mampaey



Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2


www.alberthagenaars.nl